JAYAPURA, Papuaterkini.com – S. Arif Prasetya berhasil meraih gelar juara pertama pada ajang Lomba Menembak JRB Open 2026 yang digelar di Lapangan Tembak Perbakin Papua, Kotaraja, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Minggu (31/5/2026).
Arif tampil sebagai yang terbaik pada nomor Benchrest Heavy Rifle 25 Meter setelah mengumpulkan nilai tertinggi, yakni 492 poin. Posisi kedua ditempati Hengki Martanto dengan nilai 491 poin, sedangkan peringkat ketiga diraih Eduard M. Watopa dengan skor 489 poin.
Pada kategori junior nomor yang sama, Kenzie F. Prasetya keluar sebagai juara pertama dengan nilai 489 poin. Posisi kedua ditempati M. Rafa Wiratama dengan nilai 488 poin dan peringkat ketiga diraih Brandon Watopa dengan skor 485 poin.
Sementara itu, posisi keempat diraih Amando V. Banua Rouw dengan nilai 481 poin dan posisi kelima ditempati Rafan Brenden Mahulette dengan nilai 480 poin.
Untuk nomor Multirange 14-41 Meter, juara pertama diraih Aldi Oscar Noya dengan nilai 190 poin. Posisi kedua ditempati Bagus dengan nilai yang sama, yakni 190 poin, sedangkan juara ketiga diraih Rido T.A. Pratama dengan nilai 170 poin.
Hadiah kepada para pemenang diserahkan langsung oleh Kapolda Papua Irjen Pol Patrige Renwarin, didampingi Ketua Bidang Berburu Pengprov Perbakin Papua serta Sekretaris Umum Pengprov Perbakin Papua yang juga Ketua Panitia JRB Open 2026, Soponyono.

Dalam kesempatan penutupan lomba ini, Kapolda Papua Irjen Pol Patrige Renwarin mengapresiasi pelaksanaan kejuaraan yang dinilai mampu meningkatkan minat masyarakat terhadap olahraga menembak, khususnya di kalangan anak-anak dan remaja.
Menurut Patrige Renwarin, tingginya antusiasme peserta menjadi modal penting dalam pembinaan atlet menembak Papua untuk menghadapi berbagai kejuaraan di masa mendatang.
“Setelah kejuaraan ini, pulang latihan lagi. Jangan mau lomba, dua hari sebelum lomba baru latihan,” ujar Kapolda Papua.
Ia mengungkapkan bahwa nomor Benchrest dan Multirange menggunakan senapan angin atau PCP merupakan nomor yang dipertandingkan pada Pekan Olahraga Nasional (PON). Karena itu, pembinaan atlet harus dilakukan secara berkelanjutan.
Kapolda juga mengaku telah berkoordinasi dengan Pengprov Perbakin Papua untuk menggelar lebih banyak kompetisi menembak, termasuk rencana pelaksanaan Kapolda Papua Cup pada akhir Juni 2026.
Menurutnya, kejuaraan yang rutin digelar akan menjadi sarana efektif untuk menjaring atlet-atlet muda berbakat yang berpotensi mengharumkan nama Papua di tingkat nasional maupun internasional.
“Kita perlu regenerasi atlet-atlet baru. Dengan kejuaraan seperti JRB Open dan Kapolda Papua Cup, para atlet muda bisa mulai aktif berkompetisi dan meningkatkan prestasi mereka,” katanya.
Selain itu, Kapolda menilai cabang menembak dengan senapan angin memiliki biaya pembinaan yang relatif lebih terjangkau dan berpeluang besar menyumbangkan medali pada PON 2028 di Nusa Tenggara Barat (NTB).
Sementara itu, Sekretaris Umum Pengprov Perbakin Papua sekaligus Ketua Panitia JRB Open 2026, Soponyono, mengatakan kejuaraan tersebut merupakan bagian dari program pembinaan prestasi yang berkelanjutan.
“Nomor yang dipertandingkan semuanya merupakan nomor PON. Benchrest dan Multirange ini menjadi bagian dari upaya menjaring minat atlet sekaligus mempersiapkan atlet Papua menghadapi PON di NTB,” ujarnya.
Menurut Soponyono, JRB Open 2026 mendapat sambutan positif dari klub-klub menembak di Papua. Sebanyak 84 peserta dari delapan klub menembak turut ambil bagian dalam kejuaraan tersebut.
Ia menambahkan, tingginya skor yang diraih para peserta menunjukkan pembinaan yang dilakukan klub-klub menembak selama ini berjalan dengan baik dan konsisten.
“Peserta yang turun merupakan atlet yang rutin berlatih di klub masing-masing. Hal itu terlihat dari capaian skor yang sebagian besar berada di atas 480 poin,” imbuhnya. (bat)














