JAYAPURA, Papuaterkini.com – Komjen Pol (Purn) Matius D. Fakhiri, S.I.K., S.H., M.H. resmi dilantik sebagai Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia Provinsi Papua masa bakti 2026-2030.
Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia, Letjen TNI (Purn) Marciano Norman, di Hotel Suni Abepura, Kota Jayapura, Jumat (5/6/2026).
Matius Fakhiri sebelumnya terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) KONI Papua. Bersama jajaran pengurus yang baru, ia mengemban mandat untuk membawa olahraga Papua kembali berjaya di tingkat nasional maupun internasional.
Dalam sambutannya, Matius Fakhiri menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh cabang olahraga serta KONI kabupaten/kota yang telah memberikan kepercayaan kepadanya untuk memimpin KONI Papua selama empat tahun ke depan.
“Kepercayaan ini bukan kemenangan seseorang. Ini adalah kemenangan semangat persatuan olahraga Papua. Ini adalah amanah besar yang harus dijawab bersama melalui kerja nyata, dedikasi, dan prestasi,” ujarnya.
Menurut Fakhiri, Papua memiliki sejarah panjang dan terhormat dalam dunia olahraga Indonesia. Berbagai atlet berprestasi lahir dari Tanah Papua dan telah mengharumkan nama daerah maupun bangsa di berbagai ajang nasional dan internasional.
Ia mengingatkan keberhasilan Papua saat menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional XX Papua 2021 sebagai bukti bahwa Papua mampu menjadi pusat penyelenggaraan olahraga nasional dengan standar terbaik.
“Papua bukan daerah pinggiran. Papua adalah panggung besar yang mampu menyelenggarakan perhelatan olahraga nasional dengan penuh kebanggaan dan kehormatan. Saat itu kita buktikan bahwa torang bisa,” tegasnya.
Fokus Pembinaan Atlet dan Pencarian Bakat
Fakhiri menegaskan kepengurusannya akan fokus pada pembinaan atlet usia dini, penguatan sistem pencarian bakat, peningkatan kualitas pelatih, serta tata kelola organisasi olahraga yang lebih profesional dan akuntabel.
Ia menekankan bahwa pembinaan olahraga tidak boleh hanya terpusat di kota-kota besar, tetapi harus menjangkau seluruh wilayah Papua, termasuk kampung-kampung pesisir, kepulauan, lembah, hingga pegunungan.
“Juara-juara masa depan Papua mungkin saat ini sedang berlatih di lapangan sederhana, sekolah-sekolah, dan kampung-kampung yang belum tersentuh pembinaan maksimal. Tugas kita adalah menemukan dan membina mereka,” katanya.
Menurutnya, KONI Papua harus menjadi rumah besar bagi seluruh cabang olahraga yang menghadirkan keadilan, pembinaan, harapan, dan prestasi.
“Tidak boleh ada cabang olahraga yang berjalan sendiri. Tidak boleh ada atlet yang kehilangan mimpi karena kurang perhatian. Tidak boleh ada talenta Papua yang gagal berkembang karena lemahnya sistem pembinaan,” tegas Fakhiri.
Papua Siap Kembali Jadi Provinsi Olahraga
Fakhiri optimistis Papua mampu kembali menjadi salah satu kekuatan olahraga nasional.
Ia menetapkan sejumlah target strategis, yakni mengembalikan kejayaan olahraga Papua, menjadikan Papua sebagai pusat pembinaan atlet unggulan Indonesia, memperkuat posisi Papua sebagai provinsi olahraga yang disegani, serta menyiapkan generasi emas Papua yang mampu berprestasi di panggung dunia.
“Kita harus bergerak dalam satu irama. Tidak ada kejayaan olahraga yang dibangun oleh satu orang. Prestasi besar hanya lahir dari kerja bersama,” imbuhnya.
KONI Pusat Minta Papua Bangkitkan Prestasi
Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada pengurus KONI Papua periode sebelumnya yang dipimpin Kenius Kogoya serta mengucapkan selamat kepada Matius Fakhiri dan pengurus baru.
Marciano menilai Papua memiliki keuntungan karena dipimpin langsung oleh seorang gubernur yang juga menjabat Ketua KONI Papua, sehingga diharapkan mampu memperkuat sinergi berbagai pemangku kepentingan olahraga di tengah tantangan keterbatasan anggaran.
“Saat ini hampir semua daerah menghadapi persoalan anggaran. Karena itu diperlukan sinergi seluruh pemangku kepentingan untuk menemukan solusi dalam menjaga dan meningkatkan prestasi olahraga,” katanya.
Ia menegaskan pembinaan atlet usia dini harus menjadi prioritas utama agar Papua tetap menjadi lumbung atlet nasional.
Marciano juga optimistis atlet-atlet Papua akan tampil pada berbagai ajang internasional mendatang, termasuk Asian Games 2026 dan Olimpiade Los Angeles 2028.
Ia mengingatkan keberhasilan mendiang Lisa Rumbewas yang pernah mempersembahkan medali Olimpiade untuk Indonesia sebagai inspirasi bagi generasi atlet Papua saat ini.
“Kalau Papua bisa pada 2021, mengapa tidak bisa pada 2028? Saya yakin tekad besar Ketua KONI Papua dan seluruh pengurus akan melahirkan atlet-atlet juara yang membanggakan Indonesia di masa depan,” ujarnya.
Marciano juga mendorong KONI Papua untuk aktif menjadi tuan rumah berbagai kejuaraan nasional guna meningkatkan kualitas pembinaan olahraga sekaligus menghidupkan kembali atmosfer kompetisi di Papua. (bat)














