JAYAPURA, Papuaterkini.com – Ikatan Keluarga Banyuwangi (IKAWANGI) Provinsi Papua menggelar Musyawarah Daerah (Musda) ke-V di Hotel Horison Ultima, Entrop, Kota Jayapura, Minggu (1/11/2026).
Mengusung tema “Merajut Keberagaman, Memperkuat Persaudaraan dan Berkontribusi Nyata untuk Kemajuan Provinsi Papua Menuju Transformasi Cerah”, kegiatan tersebut dibuka oleh Gubernur Papua Matius D. Fakhiri yang diwakili Staf Ahli Gubernur Bidang Pengembangan Otonomi Khusus, Hosea Murib.
Musda tersebut dihadiri Asisten II Bidang Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Jayapura, Abdul Majid, Ketua Dewan Penasihat DPD IKAWANGI Papua, Dr. Sarminanto, SH., MH., Ketua Umum DPD IKAWANGI Papua, Dr. H. Hadi Subroto, SE., NPP., M.Si., Ketua Panitia Khoirul Baqi, serta sejumlah tokoh dan undangan lainnya.
Ketua Umum DPD IKAWANGI Papua, Dr. H. Hadi Subroto, dalam sambutannya menegaskan bahwa IKAWANGI harus terus berkembang menjadi organisasi yang solid, terbuka, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Papua maupun Indonesia.
Menurutnya, IKAWANGI yang telah berkembang di berbagai provinsi di Indonesia hingga luar negeri tetap berpegang teguh pada nilai persaudaraan, kebersamaan, dan kekeluargaan.

Ia menyebutkan, warga Banyuwangi yang tergabung dalam keluarga besar IKAWANGI di Papua memiliki latar belakang profesi yang beragam, mulai dari TNI-Polri, aparatur sipil negara (ASN), pelaku UMKM, petani, dosen hingga pengusaha, khususnya di bidang kuliner.
“IKAWANGI selalu bersama pemerintah karena pemerintah merupakan mitra kami. Dengan jumlah warga yang cukup besar dan latar belakang pekerjaan yang beragam, kami ingin terus mengambil bagian dalam pembangunan daerah,” katanya.
Hadi menjelaskan, Musda V merupakan momentum penting untuk menentukan arah kepemimpinan dan masa depan organisasi. Ia berharap proses pemilihan ketua dan pengurus baru dapat melahirkan pemimpin yang visioner, berintegritas, serta mampu membawa IKAWANGI semakin maju.
Ia juga mendorong generasi muda untuk berani mengambil peran dalam kepemimpinan organisasi. Namun, menurutnya, kecerdasan intelektual harus diimbangi dengan moral, etika, dan keberanian dalam merancang masa depan organisasi.
“Ini kesempatan bagi generasi muda untuk tampil memimpin. Namun, seorang pemimpin tidak cukup hanya pintar dan cerdas. Yang terpenting adalah memiliki moral, etika, serta visi yang jelas untuk membawa organisasi ke arah yang lebih baik,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Penasihat IKAWANGI Papua, Dr. H. Sarminanto, SH., MH., mengatakan Musda V tidak hanya menjadi agenda pemilihan ketua dan pengurus baru, tetapi juga momentum mempererat persaudaraan warga Banyuwangi di Tanah Papua.
Ia berharap IKAWANGI terus menjadi wadah untuk menjaga kerukunan, melestarikan budaya leluhur, seperti kesenian Gandrung dan Kuda Lumping, serta memperkuat hubungan harmonis dengan masyarakat setempat.
“Melalui organisasi ini, warga Banyuwangi diharapkan terus menjaga kerukunan, melestarikan budaya leluhur seperti seni Gandrung dan Kuda Lumping, serta memperkuat hubungan dengan masyarakat setempat,” katanya.
Sarminanto yang juga menjabat Ketua Umum DPP Himpunan Keluarga Jawa Sunda Madura (HKJSM) di Tanah Papua itu mengajak warga Banyuwangi berperan aktif mendukung pembangunan daerah melalui kerja sama dengan pemerintah dan berbagai elemen masyarakat.
Dengan jaringan organisasi yang telah berkembang hingga tingkat nasional dan sejumlah negara, IKAWANGI diharapkan mampu memperluas jalinan persaudaraan sekaligus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Gubernur Apresiasi Kontribusi IKAWANGI
Sementara itu, dalam sambutan tertulis Gubernur Papua Matius D. Fakhiri yang dibacakan Staf Ahli Gubernur Bidang Pengembangan Otonomi Khusus, Hosea Murib, Pemerintah Provinsi Papua menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar IKAWANGI atas kontribusinya dalam pembangunan daerah.
Gubernur menegaskan, keberagaman bukanlah penghalang untuk maju, melainkan kekuatan yang harus dirawat bersama.
Menurutnya, Papua merupakan rumah bersama bagi masyarakat dari berbagai suku, agama, adat istiadat, dan latar belakang budaya. Karena itu, keberagaman harus dijaga melalui sikap saling menghormati, toleransi, dan semangat persaudaraan.
Dalam konteks tersebut, IKAWANGI dinilai memiliki peran strategis sebagai wadah silaturahmi, pelestarian budaya, penguatan solidaritas, serta pemberdayaan masyarakat.
Kehadiran keluarga besar IKAWANGI di Papua diharapkan terus memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah, tanpa meninggalkan identitas budaya asal dan tetap menghormati adat istiadat masyarakat Papua sebagai tuan rumah di tanahnya sendiri.
Gubernur juga mengingatkan bahwa pembangunan Papua masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kesenjangan pelayanan pendidikan dan kesehatan, keterbatasan infrastruktur di sejumlah wilayah, penguatan ekonomi masyarakat, hingga upaya menjaga keamanan dan keharmonisan sosial.
Tantangan tersebut, menurutnya, tidak dapat diselesaikan pemerintah sendiri, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan dan paguyuban.
Karena itu, Musda V IKAWANGI diharapkan menjadi momentum memperkuat organisasi, memilih pemimpin yang bertanggung jawab, serta merumuskan program kerja yang nyata dan bermanfaat bagi masyarakat.
Kepengurusan yang terpilih nantinya diharapkan mampu merangkul seluruh anggota, menjaga kekompakan, serta membangun kemitraan produktif dengan pemerintah daerah dan organisasi kemasyarakatan lainnya.
Hasil Musda juga diharapkan dapat diwujudkan melalui kegiatan nyata di bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, kegiatan sosial, pelestarian budaya, dan penguatan kerukunan antarumat beragama.
“Pemerintah Provinsi Papua mengapresiasi kontribusi keluarga besar IKAWANGI. Kami berharap masyarakat tetap menghormati budaya asal sekaligus menghargai adat istiadat dan budaya masyarakat Papua sebagai bagian dari kehidupan bersama,” demikian pesan Gubernur dalam sambutan yang dibacakan Hosea Murib.

Panitia Harapkan Lahir Pemimpin Terbaik
Ketua Panitia Musda V IKAWANGI Papua, Khoirul Baqi, mengatakan IKAWANGI harus terus menjadi wadah pemersatu warga Banyuwangi di Tanah Papua.
Menurutnya, organisasi tersebut tidak hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi juga sarana mempererat persaudaraan, saling membantu, menjaga budaya dan tradisi, serta membangun hubungan harmonis dengan masyarakat Papua.
Ia menjelaskan, seluruh rangkaian persidangan Musda V telah dipersiapkan secara matang. Panitia berharap proses musyawarah dan pemilihan dapat melahirkan pemimpin terbaik yang mampu bersinergi dengan seluruh keluarga besar IKAWANGI di Papua.
Terkait hak suara dalam pemilihan ketua, Khoirul menyebutkan ketentuannya mengacu pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), termasuk pengaturan hak suara bagi ketua DPC dan sekretaris yang akan difinalisasi melalui pembahasan tata tertib Musda.
Ia juga mengajak seluruh peserta mengedepankan semangat kebersamaan. Perbedaan pendapat dalam musyawarah merupakan hal yang wajar, namun harus disampaikan secara santun, saling menghargai, dan tetap mengutamakan kepentingan organisasi.
Atas nama panitia, Khoirul menyampaikan terima kasih kepada jajaran DPD dan DPC IKAWANGI, para sesepuh, tokoh masyarakat, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, baik tenaga, pikiran, fasilitas maupun bantuan lainnya.
Pelaksanaan Musda V IKAWANGI Papua ini juga mendapat dukungan dari Bupati Banyuwangi, Hj. Ipuk Fiestiandani, serta Ketua IKAWANGI Pusat, Mayjen TNI (Purn) Rusdi Maksum.
Melalui Musda V ini, IKAWANGI Papua diharapkan semakin solid, mampu menjaga persaudaraan dalam keberagaman, serta terus mengambil bagian dalam mendukung pembangunan dan kemajuan Provinsi Papua. (bat)















