Turun ke Kampung, Waket I DPR Papua Temukan Anak Terserang Campak

Wakil Ketua I DPR Papua, Edoardus Kaize saat melihat kondisi anak yang terindikasi sakit campak yang dibawa ibunya dari bevak-bevak, tak jauh dari Kampung Yeni, Joaret, Asmat, Selasa (23/1).

ASMAT–Meski tim satgas kesehatan bersama Pemkab Asmat telah ada upaya penanganan Kejadian Luar Biasa (KLB) campak dan gizi buruk, namun ternyata masih ada anak-anak yang terserang penyakit campak tetapi belum mendapatkan pelayanan kesehatan.

Dari kunjungan Wakil Ketua I DPR Papua, Edoardus Kaize di Kampung Yeni, Distrik Joaret, Kabupaten Asmat, Selasa (23/1) kemarin, setidaknya menemukan delapan orang anak-anak yang dibawa orang tuanya mendatangi Pastoran Yamas, Kampung Yeni, Distrik Joarret untuk mendapatkan layanan kesehatan.

Mereka tampak dalam kondisi sakit, dengan gejala badan panas tinggi, mata merah dan muncul bintik-bintik di badan mereka.

Kedelapan anak-anak balita ini, dibawa ibu mereka dari bevak-bevak yang ada tidak jauh dari Kampung Yeni dan Yamas tersebut, untuk mendapatkan pertolongan.

“Anak saya sudah tiga hari ini panas tinggi. Makanya saya bawa ke Pastoran,” kata salah seorang ibu.

Ia mengaku tidak mengetahui sakit yang diderita anaknya tersebut, namun ia berupaya memberikan pertolongan dengan menggosok badan anaknya dengan sagu.

“Ya, saya hanya gosok dengan sagu saja,” katanya lagi.

Wakil Ketua DPR Papua, Edoardus Kaize mengaku prehatin melihat kondisi anak-anak yang dibawa orang tuanya dalam kondisi sakit dari bevak-bevak tidak jauh dari kampung tersebut.

“Sesuai perjalanan saya ke Kampung Yeni, Distrik Joaret dan bertemu dengan Pastor Yoseph, Pastor Paroki Yamas. Pertemuan di pastoran ada ketemu anak-anak balita yang datang dari bevak, bukan dari kampung, tapi masih menderita campak,” kata Edoardus Kaize.

Dikatakan, menurut bruder yang juga dokter yang dalam perjalanan pulang dari Kampung Kapi singgah di Pastoran Yamas itu, ternyata ada yang dari Bevak yang tidak jauh dari kampung itu, membawa anak-anak yang sakit.

Setelah diperiksa, lanjut Edo Kaize, anggota DPR Papua dari daerah pemilihan Asmat  ini, ternyata menunjukkan indikasi penyakit campak, dari ciri-ciri yang ditemukan ini, anak-anak ini terkena campak.

Setidaknya ada delapan anak yang dibawa orang tua mereka ke pastoran Yeni ini dalam keadaan sakit dan berusaha untuk mendapatkan pertolongan medis.

“Anak-anak balita ini, dalam kondisi badannya panas, mata merah, dan muncul bintik di kulit. Keterangan yang didapat di Pastoran Yamas ini, menderita campak yang ditemukan,” ujarnya.

Untuk itu, Edo Kaize menyarankan kepada tim satgas kesehatan bersama Pemkab Asmat untuk tidak hanya fokus memberikan pelayanan pada pusat distrik atau kampung, tetapi harus sampai ke bevak-bevak.

“Saya menganjurkan kepada pihak tim kesehatan yang menangani KLB campak, kalau kita memang fokus pada pusat-pusat distrik atau kampung, tolong membuka sayap sampai ke bevak-bevak, karena banyak yang mengalami sakit yang sama. Hanya tidak dikunjungi, mereka menganggap dengan cara mereka sendiri untuk mengobati anak-anak mereka, padahal mereka tidak tahu penyakit apa yang diderita anaknya,” jelasnya.

Untuk itu, Edo Kaize yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Papua ini meminta agar tim satgas kesehatan bersama Pemkab Asmat untuk menyisir ulang sampai di kampung-kampung dan bevak-bevak yanga da di sekitar kampung untuk menolong anak-anak yang sakit tersebut.

“Mesti disisir sampai ke bevak-bevak yang ada di sekitar kampung. Ya, harus disisir. Tahapan pertama distrik, terus kampung dan sekarang bevak juga harus disisir. Supaya semua bisa teratasi, tidak hanya di distrik dan kampung, karena di bevak pun, karena ada anak-anak yang berisiko terserang penyakit campak dan sakit yang sama campak, gizi buruk dan penyakit lainnya,” imbuhnya.

Di Kampung Yeni, Joaret ini, Edo Kaize mendapatkan informasi jika tidak ada petugas pustu yang menetap di kampung tersebut.

“Sudah hampir satu tahun ini, tidak ada petugas pustu yang datang. Memang mereka sempat datang, tapi hanya dua minggu saja ada di kampung, setelah itu tidak kembali,” kata Apnamar, salah seorang warga menyampaikan kepada Edo Kaize.

Ia berharap agar pustu yang ada tersebut, ditempati petugas dan menetap untuk dapat melayani kesehatan masyarakat, termasuk melakukan imuniasi terhadap anak-anak. (bat)

 

 

Tinggalkan Balasan