Aplikasi e-Waniambey Permudah Pelayanan Warga Kota Jayapura

Sebagai kota jasa dan perdagangan lalu lintas masuk warga ke Kota Jayapura meningkat, terutama melalui jalur Pelabuhan Jayapura. Tampak aktivitas di Pelabuhan Jayapura baru-baru ini. (Foto: Anang Budiono)

JAYAPURA, Papuaterkini.com – Untuk mempermudah pelayanan kependudukan bagi warganya, Pemerintah Kota Jayapura tidak henti-hentinya membuat gebrakan.

Salah satunya, melalui program aplikasi e-Waniambey. Sejak diluncurkan oleh Wali Kota Jayapura DR Benhur Tomi Mano, MM pada Agustus 2018 lalu, sedikitnya 450-an warga baru sudah tercover dalam aplikasi itu.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Jayapura, DR Merlan S. Uloli MM mengungkapkan, jika animo masyarakat yang datang ke kota ini cukup tinggi. Dimana sebagian dari mereka sudah mendaftar melalui e-Waniambey.

Kota Jayapura sebagai ibukota Propinsi Papua, tentu tidak bisa terhindarkan dari arus urban warga yang datang dari berbagai daerah lainnya menuju ke kota ingin mencari pekerjaan maupun penghidupan yang layak. Disisi lain, wilayah ini juga sebagai kota pendidikan bagi daerah lainnya terutama di Papua.

Merlan yang ditemui pada kegiatan Operasi Non Yustisi dan perekaman dokumen kependudukan di Kelurahan Vim, Kotaraja, akhir pekan kemarin, mengatakan bahwa mengenai aplikasi e-Waniambey dimana masyarakat yang datang sebenarnya lebih dari ratusan, namun karena mereka tidak menginput dengan lengkap data-datanya.

Untuk mengatur lalu lintas warga baru yang masuk wilayah kota, pihaknya mencetak kartu identitas penduduk non permanen, sehingga mereka mempunyai dua identitas KTP non permanen dan KTP dari daerah asal mereka.

Meski demikian, Merlan memastikan akan tetap berupaya dan bekerja keras agar seluruh warga Kota Jayapura terakomodir dalam program kependudukan secara nasional.

“Kami tidak bisa membatasi masuknya warga dari luar ke Kota Jayapura. Apalagi, Jayapura sebagai kota jasa dan perdagangan dan juga pendidikan,” terangnya.

Namun untuk mengatasi data para warganya, imbuhnya, Dispendukcapil tidak duduk diam dan bekerja hanya di belakang meja saja, tetapi langsung turun jemput bola, bahkan berkantor di lapangan agar dapat langsung bertemu masyarakat guna melaksanakan perekaman KTP-el.(ab)

Tinggalkan Balasan