JAYAPURA, Papuaterkini.com – Komisi III DPR Papua meminta Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Papua untuk menggenjot penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Kami minta Bapenda untuk terus mengoptimalkan potensi retribusi dan pajak untuk meningkatkan PAD bagi Provinsi Papua,” kata Wakil Ketua Komisi III DPR Papua, Giovano Pattipawae usai rapat kerja bersama mitra OPD, Jumat, 12 September 2025.
Untuk itu, dalam rapat kerja bersama Bapenda Provinsi Papua dalam rangka persiapan pembahasan rancangan Anggaran Pendapat dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan tahun anggaran 2025, ujar Giovano, Komisi III DPR Papua mendukung usulan penambahan anggaran bagi Bapenda Papua dalam upaya mendukung peningkatan PAD tersebut.
Komisi III DPR Papua telah melakukan rapat bersama Bapperida, Bapenda dan Biro Pengadaan Barang dan Jasa Provinsi Papua, sedangkan BPKAD dan Inspektorat akan menyusul.
Diungkapkan, dari ketiga OPD itu telah mengusulkan untuk penambahan anggaran pada materi rancangan Kebijakan Umum Perubahan Anggaran (KUPA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) pada APBD Perubahan 2025.
“Ada usulan penambahan anggaran untuk ketiga OPD itu. Ada yang digunakan untuk insentif honorer, tunjangan dan operasional atau kegiatan rutin,” ungkapnya.
Politisi Partai Gerindra ini menekankan kepada Bapenda Papua sebagai motor penggerak PAD memang membutuhkan anggaran dalam rangka untuk meningkatkan penerimaan PAD.
“Jadi, memang kita sistem dagang saja, kalau kita modal banyak, ya kita untungnya juga banyak. Makanya, kami mendukung usulan penambahan anggaran untuk Bapenda yang memang untuk digunakan meningkatkan penerimaan PAD,” ujarnya.
“Memang Bapenda sudah berupaya memaksimalkan penerimaan PAD, namun kembali ke anggaran. Kalau anggaran operasional mereka tidak ada, ya tidak mungkin ada peningkatan penerimaan PAD,” pungkasnya.(bat)














