Berita  

Tekan Inflasi, Waket III DPRK Jayapura Bagikan 100 Sak Beras di Oyengsi

banner 120x600
Sentani, Papuaterkini.com – Wakil Ketua III Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Jayapura, Nelson Yohosua Ondi, kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan dan stabilitas ekonomi masyarakat. Pada Senin (10/11/2025), ia secara langsung membagikan 100 sak beras kepada warga Kampung Oyengsi, Distrik Nimboran, Kabupaten Jayapura.
Kegiatan yang berlangsung di tengah keterbatasan akses jalan tersebut menjadi salah satu upaya nyata untuk menekan inflasi di wilayah terpencil. Daerah seperti Kampung Oyengsi sering mengalami lonjakan harga kebutuhan pokok akibat sulitnya distribusi logistik. Dengan mendistribusikan beras secara langsung, pasokan pangan dasar diharapkan tetap stabil dan terjangkau bagi warga.
“Ini bukan sekadar bantuan, tapi langkah strategis untuk menekan inflasi dari akarnya. Kami ingin memastikan harga beras tidak melonjak di daerah terpencil,” tegas Nelson Yohosua Ondi saat menyerahkan bantuan di hadapan warga setempat.
Ia menambahkan, akses jalan yang masih menjadi tantangan utama di Distrik Nimboran membuat biaya transportasi tinggi, yang pada akhirnya membebani harga barang. “Dengan intervensi seperti ini, kami berupaya menjaga daya beli masyarakat sekaligus mencegah tekanan inflasi dari sisi pangan,” lanjutnya.
Penerima bantuan, mayoritas petani dan keluarga prasejahtera, menyambut baik inisiatif tersebut. “Beras ini sangat membantu, apalagi menjelang akhir tahun. Kami bersyukur ada perhatian dari DPRK,” ujar Yance, salah satu warga Oyengsi.
Kegiatan ini menjadi bagian dari serangkaian program DPRK Jayapura dalam mendukung pengendalian inflasi daerah. Nelson berharap, upaya serupa dapat diperluas ke kampung-kampung lain di wilayah pegunungan dan pesisir yang juga menghadapi tantangan serupa.
“Dengan kolaborasi antara pemerintah daerah, DPRK, dan masyarakat, kita bisa menciptakan stabilitas ekonomi yang lebih merata di seluruh Kabupaten Jayapura,” pungkasnya.
Langkah ini diharapkan menjadi contoh bagi pemangku kepentingan lain untuk terus aktif dalam menjaga ketahanan pangan dan mengendalikan laju inflasi, terutama di daerah-daerah terpencil yang rentan terhadap fluktuasi harga. (Abe)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *