JAYAPURA, Papuaterkini.com – Persiapan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-49 Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) di Papua telah mencapai 80 persen. Sejumlah kegiatan besar telah disiapkan, termasuk agenda mengenang peristiwa bersejarah “Korban 40 Ribu Jiwa” di Sulawesi Selatan.
Rangkaian acara tersebut dipastikan berlangsung meriah karena akan dihadiri langsung Gubernur Papua dan Ketua DPR Papua, Denny Henrry Bonai, ST., MM., MH. Kehadiran dua pimpinan daerah ini menjadi bentuk dukungan terhadap eksistensi dan kontribusi warga KKSS di Tanah Papua.
Rangkaian Kegiatan Selama Dua Hari
Ketua BPD KKSS Kota Jayapura, Ir. Junaedi Rahim, IAI, menjelaskan bahwa perayaan HUT ke-49 KKSS akan diselenggarakan selama dua hari, 5–6 Desember 2025 di Caffe Ulfapua Bach Jayapura, kawasan Jembatan Merah.
Pada hari pertama, warga KKSS akan melakukan anjangsana ke Taman Makam Pahlawan (TMP), dilanjutkan berbagai lomba seperti Karaoke KKSS, Vokal grup, Fashion show baju adat dan Pagelaran seni dan budaya.
Selain itu, panitia juga menyiapkan senam kebugaran nusantara serta festival kuliner khas Bugis, Makassar, Toraja, dan Mandar.
Pada hari kedua, siang hari akan digelar Talk Show Diaspora yang menghadirkan cendekiawan, akademisi, dokter, dan para saudagar KKSS di Papua. Malam harinya, acara ditutup dengan resepsi puncak peringatan HUT ke-49 KKSS.
Ketua DPR Papua Denny Henrry Bonai Beri Dukungan Penuh
Sebelum pelaksanaan, panitia HUT KKSS telah melakukan silaturahmi dan bertemu dengan Ketua DPR Papua, Denny Henrry Bonai, ST, MM, MH di ruang kerjanya, Kamis (27/11/2025).
“Bapak Ketua DPR menerima kami dengan hangat. Beliau memberikan dukungan moril dan juga bantuan dana untuk kesuksesan acara,” kata Junaedi Rahim yang juga Anggota DPR Papua ini.
Ia menegaskan bahwa Ketua DPR Papua juga siap membuka secara resmi acara puncak HUT ke-49 KKSS, sementara resepsi akan dibuka oleh Gubernur Papua, Matius D Fakhiri.
Mengenang Tragedi 40 Ribu Jiwa
Selain kegiatan kebudayaan dan sosial, HUT KKSS tahun ini juga menjadi momentum mengenang Peristiwa 40 Ribu Jiwa di Sulawesi Selatan, tragedi kelam antara Desember 1946 hingga Februari 1947.
“Peristiwa 40 ribu jiwa merupakan lembaran kelam sejarah Indonesia, ketika ribuan rakyat sipil menjadi korban kekejaman pasukan Belanda di bawah pimpinan Westerling,” ujar Junaedi Rahim yang juga Ketua Forum Komunikasi Lintas Kerukunan Nusantara (Forkom LKN) Papua ini.
Ia berharap seluruh rangkaian acara ini dapat mempererat solidaritas dan kebersamaan masyarakat Bugis, Makassar, Toraja, dan Mandar yang telah hidup dan berkontribusi bagi pembangunan Tanah Papua. (bat)














