Korban Banjir Bandang Sentani 2019 Tuntut Realisasi Rumah Layak Huni, Komisi I DPR Papua Turun Tangan

Ketua Komisi I DPR Papua Tan Wie Long bersama anggota komisi melihat kondisi rumah bantuan untuk tinggal sementara bagi warga korban banjir bandang di Perumahan Cinta Kasih Szu Chi, Kemiri, Sentani, Kabupaten Jayapura, Selasa, 3 Maret 2026.
banner 120x600

JAYAPURA, Papuaterkini.com – Ratusan korban banjir bandang di Sentani, Kabupaten Jayapura yang terjadi pada 16 Maret 2019 atau tujuh tahun lalu, mengadukan nasib mereka ke DPR Papua.

Hingga kini, mereka mengaku belum mendapatkan kepastian bantuan rumah layak huni dari pemerintah daerah.

Saat ini, para korban masih menempati sekitar 300 unit rumah sementara yang dibangun atas bantuan Yayasan Buddha Szu Chi di Perumahan Cinta Kasih Szu Chi, Kemiri, Sentani.

Namun, kondisi hunian sementara tersebut mulai mengalami kerusakan dan belum dilengkapi fasilitas air bersih sebagaimana yang pernah dijanjikan pemerintah daerah.

Menindaklanjuti aspirasi warga, Ketua Komisi I DPR Papua, Tan Wie Long didampingi Wakil Ketua Komisi I Orgenes Kaway, Sekretaris Komisi I Hermes Hein Ohee, serta anggota Komisi I Jhony Suebu, Musa Yan Jouwe dan Gerson Yulianus Hassor, turun langsung menemui warga di Perumahan Cinta Kasih Szu Chi, Kemiri, Selasa (3/3/2026).

Koordinator Warga Korban Banjir Bandang Sentani, Pdt Evelin Ugaje, mengatakan sebelumnya pihaknya telah bertemu dengan Komisi I DPR Papua dan Ketua DPR Papua untuk menyampaikan aspirasi masyarakat.

“Intinya kami mau mendapatkan rumah layak huni sesuai yang dijanjikan pemerintah,” ujar Evelin.

Ia berharap, melalui pertemuan tersebut, aspirasi warga dapat segera direalisasikan. Pasalnya, sejak bencana banjir bandang 16 Maret 2019, warga telah menunggu realisasi janji pemerintah daerah Kabupaten Jayapura untuk penyediaan rumah layak huni.

“Sampai saat ini, kami belum mendapatkan rumah layak huni seperti yang dijanjikan. Kami masih menempati rumah sementara tanpa kepastian hukum atau legalitas, bahkan sebagian rumah sudah mulai rusak,” ungkapnya.

Menurutnya, warga menginginkan adanya solusi konkret, baik melalui penyediaan lahan oleh pemerintah untuk pembangunan rumah permanen maupun pembangunan rumah di atas tanah milik warga yang terdampak banjir.

Ketua Komisi I DPR Papua, Tan Wie Long bersama anggota Komisi I bertemu langsung dengan warga korban banjir bandang di Perumahan Cinta Kasih Szu Chi, Kemiri, Sentani, Kabupaten Jayapura, Selasa, 3 Maret 2026.

Sementara itu, Ketua Komisi I DPR Papua, Tan Wie Long, mengatakan pihaknya menindaklanjuti aspirasi warga sesuai arahan Ketua DPR Papua.

“Sesuai arahan dan petunjuk Ketua DPR Papua terkait korban banjir bandang Sentani 16 Maret 2019, Komisi I DPR Papua datang langsung ke lokasi perumahan yang dibangun oleh yayasan untuk warga korban,” katanya.

Politisi Partai Golkar yang akrab disapa Along itu mengaku telah melihat langsung kondisi hunian sementara dan mendengar aspirasi warga, termasuk para Ondoafi.

Sebagai tindak lanjut, Komisi I DPR Papua akan mengundang pihak-pihak terkait, khususnya Pemerintah Kabupaten Jayapura, termasuk BPKAD, Dinas Kehutanan, BPN dan instansi lainnya untuk membahas solusi bersama.

“Semua pihak yang berkaitan dengan penanganan korban banjir bandang di Perumahan Cinta Kasih Szu Chi Kemiri akan kami undang untuk berdiskusi dan mencari solusi. Hasilnya juga akan kami sampaikan ke Pemprov dan Ketua DPR Papua,” tegasnya.

Warga berharap, setelah tujuh tahun menanti, ada kepastian hukum dan realisasi pembangunan rumah layak huni agar mereka tidak lagi hidup dalam ketidakpastian. (bat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *