Aryoko Rumaropen Terpilih Aklamasi Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Provinsi Papua

Pimpinan Sidang Musda X Kwarda Gerakan Pramuka Papua Carolus K Bolly bersama sekretris dan anggota memberikan selamat kepada Dr Aryoko AF Rumaropen, SP, M.Eng usai dikukuhkan sebagai Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Papua terpilih periode 2026-2030 di Aula BPSDM Papua, Jumat, 27 Maret 2026 malam.
banner 120x600

JAYAPURA, Papuaterkini.com – Dr Aryoko AF Rumaropen, SP, M.Eng terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Papua periode 2026 – 2030 dalam Musyawarah Daerah (Musda) X di Aula BPSDM Provinsi Papua, Jumat, 27 Maret 2026.

Pimpinan Sidang Musda XI Kwarda Gerakan Pramuka Papua, Carolus K Bolly didampingi anggota langsung mengukuhkan Aryoko Rumaropen.

Aryoko Rumaropen bersama Tim Formatur akan segera menyusun kepengurusan Kwarda Gerakan Pramuka Provinsi Papua periode 2026-2030.

Aryoko Rumaropen yang juga Wakil Gubernur Papua ini, mengapresiasi dan berterimakasih atas amanah yang diberikan sebagai Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Provinsi Papua tahun 2026-2031.

Ia pun berkeinginan untuk memajukan Gerakan Pramuka di Provinsi Papua.

Apalagi, Aryoko Rumaropen dalam visi menginginkan terwujudnya Gerakan Pramuka Provinsi Papua sebagai wadah pembinaan generasi muda yang unggul, berkarakter, mandiri, serta berwawasan kebangsaan dalam mendukung pembangunan daerah dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Bahkan, Aryoko Rumaropen menyiapkan misinya untuk Memperkuat soliditas dan tata kelola organisasi di seluruh tingkatan kwartir agar lebih profesional, efektif, dan berkelanjutan. Meningkatkan kualitas pembinaan generasi muda Papua melalui kegiatan kepramukaan yang berkarakter, disiplin, dan relevan dengan perkembangan zaman.

Mengembangkan kapasitas sumber daya kepramukaan khususnya pembina, pelatih, dan andalan agar lebih kompeten dan adaptif. Memperluas peran Gerakan Pramuka dalam pembangunan daerah melalui kontribusi nyata di bidang sosial, pendidikan, kesehatan, dan lingkungan.

“Dan, Memperkuat sinergi dan pelestarian kearifan lokal Papua melalui kolaborasi dengan pemerintah dan berbagai pihak, serta integrasi nilai budaya dalam kegiatan kepramukaan,” katanya.

Aryoko pun menyiapkan beberapa pokok rencana dan kebijakan sebagai Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Provinsi Papua, yakni melakukan arah kebijakan Gerakan Pramuka Nasional.

“Mengembangkan kepramukaan di daerah Papua sekarang dengan visi dan misi Gubernur Papua yang berfokus pada transformasi Papua baru, maju dan harmonis untuk meningkatkan kualitas anggota Pramuka,” ujarnya.

Selain itu, mengikuti kegiatan kepramukaan di tingkat nasional baik peserta didik maupun anggota dewasa, mengembangkan dan menyelenggarakan kegiatan kepanggotaan yang inovatif dan memastikan ekstrakurikuler Pramuka semua jenjang pendidikan di Provinsi Papua.

Juga meningkatkan SDM pembina dan pelatih melalui kegiatan-kegiatan kursus agar tersedia pembina dan pelatih yang unggul.

“Menata pusat pendidikan dan pelatihan Kwarda Papua agar memiliki Pramuka mulai dari golongan siaga, penggalang, penegak dan pandeka agar dapat meningkatkan kecakapan anggota pramua di satuan gugus depan,” ujarnya.

Tidak hanya itu, Aryoko pun siap menyediakan kantor sekretariat sementara Kwarda Gerakan Pramuka Papua dan pembangunan bumi perkemahan baru yang representatif.

Sementara itu, Pimpinan Sidang Musda X Kwarda Gerakan Pramuka Papua, Carolus K Bolly, mengatakan, Musda X Gerakan Pramuka Papua intinya adalah laporan pertanggungjawaban pengurus periode 2020 – 2025 yang disampaikan Dr Kristina R Luluporo.

“Beliau menyampaikan laporan pertanggungjawaban, setela itu kita mendengarkan pandangan umum dari kwartir cabang dan mereka semua menerima laporan pertanggungjawaban tersebut dan menyampaikan terimakasih kepada Ketua Kwarda Papua yang telah memimpin selama 10 tahun,” katanya.

Setelah itu, agenda penting yakni sidang komisi dimana ada 4 komisi telah melakukan rapat dan hasil sidang komisi telah dilaporkan kepada sidang pleno Musda X yang telah diterima dan disahkan sebagai agenda kegiatan-kegiatan Kwartir Daerah untuk 5 tahun ke depan.

Agenda lain yakni penyampaian visi misi oleh calon ketua Kwarda Gerakan Pramuka Papua.

“Nah, karena rekomendasi dari Kwarcab se Papua, itu mereka mengusulkan ternyata muncul hanya satu nama, yaitu Dr Aryoko AF Rumaropen, sehingga dengan demikian calon tunggal. Oleh karena itu proses pemilihan tadi berlangsung secara aklamasi, sah beliau terpilih sebagai Ketua Kwartir Daerah Papua,” paparnya.

Bahkan, langsung dilakukan pengukuhan Aryoko Rumaropen sebagai Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Provinsi Papua terpilih.

“Setelah itu, proses nantinya adalah ketua Kuarda selaku ketua Tim Formatur akan memimpin formatur yang berjumlah lima orang semuanya menyusun struktur kepengurusan kuatir daerah untuk lima tahun ke depan. Kalau itu sudah selesai, itu akan dibawa disampaikan kepada Kwartir Nasional untuk diterbitkan surat keputusan, setelah surat keputusan baru akan dilakukan pelantikan terhadap Mabida, dimana Gubernur selaku Ketua Majelis Pembimbing Daerah Gerakan Pramuka Papua, kemudian dilanjutkan dengan pelantikan Ketua Kwartir Daerah dan Pengurus Kuardir Daerah Gerakan Pramuka Papua periode 2026 – 2030,” jelasnya.

Dalam Musda X Kwarda Gerakan Pramuka Papua terdapat sejumlah keputusan penting, diantaranya Musda XI akan digelar di Supiori.

Selain itu, Perkemahan Wirakarya Tingkat Regional Papua yang akan dilaksanakan Kwarcab Kabupaten Jayapura yang akan digelar di Ravenirara pada Juni 2026.

“Banyak agenda-agenda daripada Pramuka Papua yang juga harus kita antisipasi untuk mengikuti, terutama keikutsertaan kita di Jambore Nasional pada Agustus 2026, termasuk persiapan Raimuna Nasional 2027,” ujarnya.

Tidak hanya itu, ditetapkan agenda kerja Kwartir Daerah yakni kursus – kursus diantaranya mahir dasar, mahir lanjutan dan pelatih.

“Kita ini kekurangan pelatih. Di dalam Gerakan Pramuka ini untuk pembinaan orang dewasa itu, ada namanya kursus pelatih tingkat dasar sampai lanjutan. Kita di Papua juga masih kekurangan pelatih, sehingga Kwarda Papua diharapkan memaju menambah kuantitas maupun kualitas daripada pelatih-pelatih pramuka, karena pelatih ini nanti yang akan menghasilkan pembina,” katanya.

Musda X Kwarda Gerakan Pramuka Papua ini menjadi musda terakhir atau perpisahan, lantaran pasca terbentuknya Daerah Otonom Baru (DOB) yakni Provinsi Papua Selatan, Provinsi Papua Pegunungan dan Provinsi Papua Tengah, maka masing-masing provinsi akan dibentuk Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka sendiri.

“DOB ini akhirnya kita harus berpisah. Nah, hari ini resmi Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Papua akhirnya hanya tinggal memimpin 9 kwartir cabang. Oke, selanjutnya kakak-kakak dari DOB mereka akan kembali untuk membentuk Kwartir Daerahnya masing-masing,” tandasnya.

Ditambahkan, untuk membentuk Kwarda Gerakan Pramuka di DOB itu, ada dua jalan yang bisa ditempuh yakni melalui Musyawarah Daerah Luar Biasa dan langsung menyusun kepengurusan Kwartir Daerah untuk disahkan oleh Kwartir Nasional.

“Sebelumnya, ada dua provinsi yang memiliki Kwarda yakni Kwarda Papua dan Kwarda Papua Barat. Sekarang di Papua Barat sudah terbentuk dan sudah pelantikan disana. Tinggal kita Papua induk punya DOB, yakni Papua Selatan, Papua Pegunungan dan Papua Tengah ini yang mereka pacu untuk segera membentuk kwartir daerahnya sampai nanti proses pelantikan. Jadi, ini musda terakhir bagi Papua secara keseluruhan,” imbuhnya. (bat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *