Resmi Dibuka, Mess GKI Biak Kini Jadi Hotel Amazing Grace

Bupati Biak Numfor Markus O. Mansnembra bersama Ketua BP AM Sinode GKI di Tanah Papua, Pdt. Andrikus Mofu saat melakukan pengguntingan pita peresmian Mess GKI/Amazing Grace Hotel Biak, Jumat (24/04/2026). (Foto: Yuni)
banner 120x600

BIAK, Papuaterkini.com – Gedung Mess GKI/Amazing Grace Hotel Biak diresmikan, Jumat (24/04/2026), ditandai dengan pengguntingan pita dan penandatanganan prasasti oleh Bupati Biak Numfor, Markus Octovianus Mansnembra bersama Ketua BP AM Sinode GKI di Tanah Papua, Pdt. Andrikus Mofu.

Gedung dua lantai ini dibangun secara bertahap sejak peletakan batu pertama pada 1 Juli 2012. Secara keseluruhan, bangunan seluas 680 meter persegi tersebut menghabiskan anggaran Rp8,9 miliar yang bersumber dari dukungan Pemerintah Kabupaten Biak Numfor.

Bupati Markus Mansnembra mengatakan, pembangunan Mess GKI/Amazing Grace Hotel Biak merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendukung sarana dan prasarana pelayanan keagamaan, khususnya bagi Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua.

“Mess GKI ini tidak hanya menjadi tempat penginapan bagi tamu-tamu gereja, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai penginapan representatif bagi masyarakat umum dan wisatawan yang berkunjung ke Biak,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya pengelolaan yang profesional, transparan, dan bertanggung jawab agar fasilitas tersebut dapat memberikan manfaat maksimal.

“Saya berharap pengelolaan dilakukan secara amanah dan profesional, sehingga keberadaan fasilitas ini benar-benar berdampak bagi masyarakat,” tambahnya.

Ketua BP AM Sinode GKI di Tanah Papua, Pdt. Andrikus Mofu, menyebut kehadiran gedung tersebut sebagai bagian dari rencana Tuhan bagi masyarakat Papua.

“Ini bukan kebetulan, tetapi wujud nyata dari rencana Tuhan. Kami menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Biak Numfor atas dukungan yang telah diberikan,” katanya.

Ketua Panitia Pembangunan, Zacharias L. Mailoa, menjelaskan bahwa Mess GKI/Amazing Grace Hotel Biak memiliki 44 kamar dan akan dikelola oleh pihak ketiga dalam operasionalnya sebagai hotel.

Ia menambahkan, pembangunan dilakukan dalam beberapa tahap. Setelah sempat terhenti selama kurang lebih 12 tahun, pembangunan kembali dilanjutkan pada 2025 (tahap III) dan 2026 (tahap IV) di masa kepemimpinan Bupati Markus Mansnembra.

Selanjutnya, akan dilaksanakan pembangunan tahap V yang mencakup ruang serbaguna berkapasitas 100 orang, pantry/dapur, restoran, kamar mandi, gudang, serta pos jaga, dengan estimasi anggaran sekitar Rp3,4 miliar. (un)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *