Tokoh Papua Soroti Penembakan di Dogiyai dan Puncak, Minta Presiden Prabowo Evaluasi Pendekatan Keamanan

Tokoh Papua, Laurenzus Kadepa bersama Bupati Puncak, Elvis Tabuni.
banner 120x600

JAYAPURA, Papuaterkini.com – Tokoh Papua, Laurenzus Kadepa, menyoroti situasi keamanan di Tanah Papua menyusul insiden penembakan yang terjadi di Kabupaten Dogiyai dan Distrik Kembru, Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah.

Kadepa menyebut, berdasarkan informasi yang diterimanya, pelaku dalam kasus penembakan di Dogiyai diduga merupakan oknum aparat kepolisian.

“Di Dogiyai maupun di Puncak, saya melihat pelakunya. Jika kasus di Dogiyai jelas oknum polisi. Kapolres Dogiyai saya dengar sudah ditarik oleh Polda Papua Tengah, namun untuk perkembangan selanjutnya saya belum mengikuti,” ujar Kadepa, Senin (27/4/2026).

Ia mengungkapkan, insiden di Dogiyai mengakibatkan korban jiwa, termasuk lansia dan anak-anak. Data korban, kata dia, bahkan telah dipublikasikan oleh sejumlah lembaga non-pemerintah (NGO).

Tak berselang lama, insiden serupa kembali terjadi di Distrik Kembru, Kabupaten Puncak. Berdasarkan laporan sementara, sekitar 15 orang dilaporkan meninggal dunia dan tujuh lainnya mengalami luka-luka.

“Di Puncak, sekitar 15 orang meninggal dunia dan tujuh orang luka-luka dan saat ini masih menjalani perawatan,” ungkapnya.

Menurut Kadepa, peristiwa di Dogiyai dan Puncak bukanlah konflik baru, melainkan bagian dari rentetan panjang konflik di Papua yang telah berlangsung sejak tahun 1960-an.

“Ini bukan konflik baru. Konflik ini sudah berlangsung cukup lama. Yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana sikap negara? Selama ini pemerintah pusat terkesan biasa-biasa saja jika kejadian terjadi di Papua,” tegasnya.

Ia juga menyoroti perbedaan respons pemerintah dan media nasional terhadap peristiwa di Papua dibandingkan daerah lain di Indonesia.

“Kalau terjadi di luar Papua, meski hanya satu atau dua korban, responsnya sangat cepat, bahkan sampai Presiden turun tangan. Media nasional juga memberitakan secara berulang. Tapi kalau di Papua, seolah-olah didiamkan,” katanya.

Kadepa menilai pendekatan keamanan yang selama ini diterapkan di Papua perlu dievaluasi karena dinilai tidak menjawab kebutuhan masyarakat.

“Masyarakat Papua tidak hanya membutuhkan keamanan, tetapi pelayanan dasar seperti kesehatan dan pendidikan yang benar-benar menyentuh kehidupan mereka,” ujar Kadepa yang juga Ketua Exco Partai Buruh Papua Tengah periode 2028-2031 ini.

Ia juga meminta agar kasus penembakan di Puncak segera diusut secara transparan, mengingat kejadian terjadi pada siang hari dan masih terdapat saksi hidup.

“Tidak sulit mengungkap pelaku. Ada saksi mata yang masih hidup. Komnas HAM harus segera melakukan investigasi dan jika perlu membentuk tim pencari fakta bersama NGO yang kredibel,” tegasnya.

Kadepa mendesak agar hasil investigasi diumumkan secara terbuka dan para pelaku diproses sesuai hukum yang berlaku.

Lebih lanjut, ia meminta Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan perhatian serius terhadap Papua dan tidak menganggap persoalan di wilayah tersebut sebagai hal biasa.

“Papua bukan hanya soal sumber daya alam seperti emas, Freeport, atau migas. Papua adalah tentang manusia yang memiliki sejarah dan martabat yang harus dihargai,” katanya.

Kadepa juga mengapresiasi sikap Bupati Puncak, Elvis Tabuni, yang dinilai cepat merespons kejadian tersebut dan menunjukkan empati terhadap masyarakatnya.

“Saya terharu dengan sikap Bupati Puncak yang menangis karena warganya menjadi korban. Itu menunjukkan beliau bukan hanya pemimpin formal, tetapi juga tokoh adat yang mencintai rakyatnya,” pungkasnya. (bat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *