Ketua NPCI Papua Ikuti Rakernas NPCI 2026 di Solo, Fokus Pembinaan Atlet Disabilitas dan Persiapan Peparnas 2028

Ketua NPCI Papua, H Jayakusuma bersama pengurus NPCI DKI Jakarta dalam rakornas di Solo, Jawa Tengah, 27 - 30 April 2026.
banner 120x600

JAYAPURA, Papuaterkini.com – Ketua National Paralympic Committee of Indonesia (NPCI) Provinsi Papua, H. Jayakusuma, mengikuti Rapat Kerja Nasional (Rakernas) NPCI yang berlangsung di Solo, Jawa Tengah, pada 27–30 April 2026.

Rakernas ini merupakan agenda tahunan yang diikuti oleh seluruh ketua NPCI provinsi se-Indonesia, bersama sekretaris dan admin masing-masing daerah. Tahun ini, kegiatan mengusung tema “Transformasi Olahraga Disabilitas sebagai Pilar Inti dalam Mewujudkan Asta Cita Indonesia.”

Kegiatan tersebut turut dihadiri Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga, Dr. Surono, Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen yang juga menjabat sebagai Chef de Mission (CdM) kontingen Indonesia pada Paralimpiade Paris 2024 serta ASEAN Para Games Thailand 2026.

Selain itu, hadir pula unsur Forkopimda Karesidenan Surakarta, perwakilan Gubernur Jawa Tengah, Wali Kota Solo, Bupati Karanganyar, jajaran kejaksaan, serta Ketua Umum NPC Indonesia Senny Marbun bersama pengurus pusat.

Dalam arahannya, Ketua Umum NPCI Senny Marbun menegaskan pentingnya pembinaan dan penjaringan atlet muda yang dimulai dari daerah sebelum ditingkatkan ke level nasional.

Ia juga menyoroti perlunya dukungan maksimal dari pemerintah daerah terhadap program pembinaan atlet disabilitas.

“Kita akan membahas program kerja ke depan, termasuk daerah mana saja yang sudah dan belum mendapat perhatian dari pemerintahnya,” ujar Senny.

NPC Indonesia juga terus menjalankan program “Mendobrak Batas” sebagai upaya menjaring atlet muda berbakat. Program ini telah menjangkau 26 provinsi dan menghasilkan ribuan calon atlet yang akan diseleksi serta dibina di Pusat Pelatihan Paralimpiade Indonesia (PPPI) di Delingan, Karanganyar.

Sementara itu, Deputi Kemenpora, Surono, berharap Rakernas ini mampu melahirkan kebijakan strategis untuk peningkatan pembinaan, kompetisi, serta kualitas tenaga keolahragaan.

Ia juga menekankan pentingnya persiapan menuju Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XVIII tahun 2028 di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur, terutama terkait penyediaan sarana dan prasarana yang ramah difabel.

“Mudah-mudahan tuan rumah NTB dan NTT dapat memberikan yang terbaik bagi atlet, khususnya dalam penyediaan akses bagi penyandang disabilitas,” kata Surono.

Ketua NPCI Papua, H. Jayakusuma, menyatakan keikutsertaannya dalam Rakernas ini menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi dan sinkronisasi program antara pusat dan daerah.

Menurutnya, Papua memiliki potensi besar dalam pengembangan atlet disabilitas, namun masih membutuhkan dukungan yang lebih optimal, baik dari sisi pembinaan maupun fasilitas.

“Rakernas ini sangat penting bagi kami di daerah untuk menyelaraskan program pembinaan atlet disabilitas. Papua memiliki banyak talenta, tetapi perlu dukungan berkelanjutan dari pemerintah agar pembinaan bisa berjalan maksimal,” ujar Jayakusuma.

Ia juga menambahkan bahwa NPCI Papua siap mendukung program nasional, termasuk dalam menyiapkan atlet menuju Peparnas 2028 dan ajang internasional lainnya.

“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan dan mencari bibit atlet potensial di Papua. Harapannya, atlet-atlet Papua bisa berkontribusi lebih besar bagi prestasi Indonesia di tingkat nasional maupun internasional,” tambahnya.(bat)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *