Bupati Nduga Minta Kedua Calon Wakil Bupati Hentikan Pemalangan

Bupati Nduga, Yoas Beon saat berada di Bandara Timika, sebelum bertolak di Kenyam, Kabupaten Nduga,
banner 120x600

NDUGA, Papuaterkini.com – Bupati Nduga, Yoas Beon, S.IP, menegaskan sikap tegas pemerintah daerah dalam menyikapi dinamika pemilihan Wakil Bupati Nduga sisa masa jabatan 2025–2030. Ia menolak keras segala bentuk pemalangan fasilitas publik, termasuk bandara dan kantor pemerintahan.

Penegasan itu disampaikan menyusul adanya upaya pemalangan di Bandara Timika saat dirinya hendak melakukan perjalanan ke Kenyam, Kabupaten Nduga.
Yoas Beon menyatakan, aksi pemalangan tidak dapat ditoleransi karena mencederai kewibawaan negara dan menghambat jalannya pemerintahan.

“Marwah negara melalui bupati telah tercoreng. Itu tidak bisa ditolerir. Semua akan diproses hukum, bahkan jika dilakukan oleh keluarga saya sendiri,” tegasnya.

Ia menambahkan, jika aksi serupa terus terjadi, pihaknya tidak akan ragu meminta aparat TNI/Polri untuk mengambil langkah hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

Terkait skorsing rapat paripurna DPRK Nduga pada 16 Maret 2026, Yoas menjelaskan bahwa langkah tersebut bukan untuk menghambat proses pemilihan, melainkan upaya mencegah konflik di tengah masyarakat.

Menurutnya, pemerintah daerah saat ini masih menunggu arahan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) serta terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan agar seluruh tahapan berjalan sesuai aturan.

“Kami tidak tinggal diam atau mengulur waktu. Semua harus sesuai mekanisme hukum dan peraturan perundang-undangan,” ujarnya.

Bupati juga mengingatkan kepada dua calon Wakil Bupati, yakni Maniap Kogoya dan Paulus Ubruangge, beserta para pendukungnya agar menghentikan aksi pemalangan yang mengganggu aktivitas pemerintahan.

“Jika pemalangan masih dilakukan, saya akan meminta aparat TNI/Polri untuk bertindak sesuai aturan,” katanya.

Menanggapi isu yang beredar, Yoas Beon membantah tudingan bahwa dirinya sengaja menunda pemilihan demi kepentingan pribadi.

“Informasi itu tidak benar. Pemilihan wakil bupati harus segera dilaksanakan sesuai mekanisme hukum,” tegasnya.

Ia pun mengajak seluruh masyarakat Nduga untuk menahan diri, tidak mudah terprovokasi, serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban daerah.

“Jangan percaya informasi yang tidak berdasar. Mari kita jaga kedamaian dan kebersamaan,” tutupnya. (bat)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *