SENTANI, Papuaterkini.com – Gubernur Papua, Matius D Fakhiri bersama Ketua DPR Papua, Denny Henrry Bonai, menemui langsung warga korban banjir bandang Sentani di Perumahan Cinta Kasih Tzu Chi, Kabupaten Jayapura, Rabu (29/04/2026).
Kunjungan tersebut turut didampingi Ketua Komisi I DPR Papua Tan Wie Long, Ketua Komisi IV Jhoni Y. Betaubun, sejumlah anggota dewan, serta Bupati Jayapura Yunus Wonda.
Dalam pertemuan itu, Gubernur dan rombongan mendengarkan langsung keluhan warga yang hingga kini masih tinggal di hunian sementara sejak bencana banjir bandang tahun 2019.
Juru Bicara Korban, Pdt Evelin Ugadje, mengungkapkan bahwa warga baru direlokasi ke perumahan sementara pada 2022–2023, namun hingga kini belum ada kepastian terkait hunian tetap.
“Kami sudah tujuh tahun menunggu rumah layak huni. Rumah yang kami tempati sekarang sifatnya sementara dan kondisinya sudah banyak yang rusak,” ujarnya.

Ia juga menyoroti persoalan legalitas lahan yang belum jelas, sehingga warga merasa tidak memiliki kepastian tempat tinggal.
“Kami tidak tahu harus ke mana jika suatu saat diminta keluar, karena tidak ada sertifikat atau legalitas,” tambahnya.
Hal senada disampaikan Ondofolo Ifale, Jhoni Suebu, yang mengaku aspirasi warga pernah disampaikan kepada Presiden saat kunjungan ke Jayapura. Namun hingga kini, realisasi hunian permanen belum terwujud.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur Papua Matius Fakhiri menyampaikan permohonan maaf atas kondisi yang dialami warga selama ini.
“Kami hadir sebagai pemimpin untuk menyelesaikan persoalan ini. Memang kondisi keuangan berbeda, tetapi bukan berarti pemerintah menyerah. Kami akan cari solusi terbaik,” tegasnya.
Gubernur juga memastikan adanya dukungan dari DPR Papua untuk mencari jalan keluar, termasuk rencana penyediaan lahan bagi pembangunan rumah layak huni.
“Kami berharap ada doa dan dukungan masyarakat agar upaya ini bisa segera terealisasi,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPR Papua Denny Bonai menegaskan pihaknya siap mendukung penuh langkah pemerintah daerah dalam menyelesaikan persoalan tersebut.
“Janji awal rumah sementara hanya enam bulan, tetapi hingga sekarang belum terealisasi rumah permanen. DPR Papua siap memberikan dukungan untuk kepentingan rakyat,” katanya.
Ia juga menyebut Gubernur Papua telah menyatakan kesiapan menghibahkan lahan milik pemerintah provinsi untuk pembangunan hunian tetap bagi korban banjir.
Ketua Komisi I DPR Papua Tan Wie Long mengapresiasi langkah cepat Gubernur yang langsung merespons aspirasi masyarakat.
“Ini menunjukkan kepemimpinan yang hadir di tengah rakyat, dengan solusi yang konkret,” ujarnya.
Usai pertemuan, Gubernur bersama rombongan meninjau langsung kondisi rumah bantuan dari Yayasan Tzu Chi yang kini sebagian besar telah mengalami kerusakan.
Kunjungan ini diharapkan menjadi titik awal penyelesaian persoalan hunian bagi ratusan korban banjir bandang Sentani yang telah menunggu kepastian selama bertahun-tahun. (bat)














