JAYAPURA, Papuaterkini.com — Ketua DPD Gerindra Papua, Yanni, meminta jajaran Purnawirawan Pejuang Indonesia Raya (PPIR) Papua untuk menjadikan momentum pengukuhan kepengurusan sebagai langkah awal menyiapkan generasi pemimpin Papua masa depan. Menurutnya, organisasi tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi harus menjadi wadah kaderisasi dan pengabdian bagi masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Yanni saat bertemu puluhan pengurus PPIR Papua dalam kegiatan konsolidasi pasca pengukuhan di Jayapura.
Dalam arahannya, Yanni menegaskan bahwa tantangan terbesar sebuah organisasi bukan hanya membentuk kepengurusan, melainkan melahirkan kader yang memiliki kapasitas, integritas, dan komitmen terhadap kepentingan rakyat.
“Jangan berhenti pada pelantikan. Organisasi harus melahirkan karya, melahirkan kader, dan melahirkan pengabdian yang dirasakan masyarakat,” ujar Yanni.
Menurutnya, Papua membutuhkan lebih banyak pemimpin yang lahir dari pengalaman melayani masyarakat, memahami persoalan rakyat secara langsung, serta memiliki disiplin dan rekam jejak pengabdian yang kuat.
Kaderisasi Harus Dimulai Sejak Dini
Yanni menilai proses kaderisasi harus menjadi agenda utama organisasi agar regenerasi kepemimpinan berjalan secara terencana dan berkelanjutan.
Ia meminta PPIR mulai memetakan kader-kader potensial sejak dini sehingga ketika momentum politik datang, organisasi telah memiliki figur yang siap mengemban tanggung jawab lebih besar.
“Kalau ada kader yang baik, yang sudah bekerja dan teruji di tengah masyarakat, siapkan mereka. Dari sekarang harus sudah terlihat siapa yang kelak siap menjadi anggota DPR/DPRD, siapa yang siap memimpin daerah, siapa yang siap mengambil tanggung jawab yang lebih besar,” katanya.
Menurut Yanni, kepemimpinan tidak bisa dibentuk secara instan. Pengalaman, karakter, dan kemampuan membaca persoalan masyarakat membutuhkan proses panjang dan pembinaan yang berkelanjutan.
Pengalaman Purnawirawan Harus Diwariskan
Yanni juga menekankan pentingnya peran para purnawirawan dalam membentuk karakter generasi penerus. Pengalaman panjang mereka dalam mengabdi kepada bangsa dan negara dinilai menjadi modal berharga yang perlu diwariskan kepada kader muda.
“Seragam boleh dilepas. Masa tugas boleh berakhir. Pengabdian kepada bangsa tidak pernah selesai,” tegasnya.
Ia menilai keberhasilan organisasi tidak diukur dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, melainkan dari kemampuannya melahirkan kader-kader yang siap mengambil tanggung jawab saat masyarakat membutuhkan.
Gerindra Papua Siap Perkuat PPIR
Selain mendorong kaderisasi, Yanni juga menyatakan komitmennya untuk memperkuat kelembagaan PPIR Papua.
Menurutnya, Gerindra Papua akan memberikan dukungan bagi pengembangan organisasi, termasuk penyediaan fasilitas sekretariat sebagai pusat koordinasi, pembinaan kader, dan penguatan konsolidasi organisasi.
“Organisasi yang ingin melahirkan pemimpin berkualitas harus memiliki basis moral yang kuat, komunikasi yang baik, dan struktur yang solid,” ujarnya.
Yanni berharap PPIR Papua dapat berkembang menjadi wadah yang menghimpun pengalaman, gagasan, dan semangat pengabdian untuk mendukung pembangunan Papua.
Ia menegaskan bahwa masa depan Papua tidak ditentukan oleh siapa yang paling ramai menjelang pemilu, melainkan oleh siapa yang paling serius menyiapkan sumber daya manusia unggul sejak sekarang.
“Dalam politik, jabatan bisa dicari dalam hitungan bulan. Pemimpin tidak. Pemimpin dibentuk melalui proses yang panjang. Karena itu kaderisasi di Gerindra adalah investasi paling berharga yang bisa diwariskan kepada Papua,” pungkasnya. (bat)














