BIAK, Papuaterkini.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengapresiasi kebersihan dan kualitas pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Biak saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Biak Numfor, Minggu (2/8/2026).
Didampingi Ketua Umum TP PKK Ny. Tri Tito Karnavian, Bupati Biak Numfor Markus O. Mansnembra, Ketua TP PKK Kabupaten Biak Numfor Ny. Imelda Wospakrik Mansnembra, jajaran DPRK, Direktur RSUD Biak, Kepala Dinas Kesehatan, serta tenaga medis, Tito meninjau sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan yang tersedia di rumah sakit tersebut.
Usai kunjungan, Tito mengaku terkesan dengan kondisi RSUD Biak yang dinilainya sangat bersih dan tertata.
“Jujur saja saya terkesan dengan Rumah Sakit Biak. Kesan pertama saya adalah bersih, bersih sekali. Mungkin ini salah satu rumah sakit terbersih di Indonesia yang pernah saya lihat,” ujar Tito kepada wartawan di VIP Room Bandara Frans Kaisiepo Biak.
Menurut Tito, kebersihan RSUD Biak tidak terlepas dari komitmen Pemerintah Kabupaten Biak Numfor dalam membangun budaya hidup bersih yang melibatkan seluruh masyarakat.
Ia mengungkapkan, Bupati Biak Numfor telah menerapkan konsep rumah sakit tanpa sampah, di mana masyarakat didorong untuk tidak membuang sampah sembarangan.
“Pak Bupati menyampaikan bahwa ini rumah sakit tanpa sampah. Masyarakat dididik untuk tidak membuang sampah sembarangan. Kalau ada sampah, mereka menyimpannya sampai menemukan tempat sampah. Awalnya memang ada penolakan, tetapi lama-kelamaan masyarakat ikut. Menurut saya ini luar biasa. Di Papua bisa seperti itu,” katanya.
Selain kebersihan, Mendagri juga memuji tata kelola rumah sakit yang dinilai profesional serta didukung tenaga dokter spesialis yang memadai.
Yang paling menarik perhatian Tito adalah keberadaan Hyperbaric Chamber, yakni ruang terapi oksigen bertekanan tinggi yang digunakan untuk menangani pasien penyakit dekompresi, kondisi yang sering dialami penyelam maupun nelayan.
“Yang membuat saya kaget adalah adanya Hyperbaric Chamber. Fasilitas ini sangat membantu nelayan atau penyelam yang mengalami dekompresi. Bahkan di Provinsi Papua, termasuk di Jayapura, fasilitas seperti ini belum ada, tetapi justru ada di Biak,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Tito juga memanfaatkan kunjungannya untuk memeriksakan kondisi telinganya kepada dokter spesialis THT setelah mengalami sedikit gangguan usai menyelam.
Menurutnya, pelayanan yang diberikan berlangsung cepat dengan dukungan peralatan medis modern.
“Tadi saya diperiksa dokter spesialis THT karena ada sedikit gangguan di telinga setelah menyelam. Langsung dibersihkan dengan peralatan yang lengkap. Peralatannya bagus, modern, sama seperti yang pernah saya lihat di Jakarta bahkan di Singapura,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Biak Numfor Markus O. Mansnembra menyampaikan apresiasi yang diberikan Mendagri menjadi kebanggaan bagi pemerintah daerah sekaligus masyarakat Biak Numfor.
Ia mengatakan penilaian positif tersebut merupakan hasil dari kerja keras seluruh jajaran pemerintah daerah, manajemen rumah sakit, serta para pimpinan sebelumnya yang terus membangun sistem pelayanan kesehatan.
“Puji syukur, dari tinjauan langsung Bapak Menteri, beliau secara spontan memberikan apresiasi terhadap pelayanan rumah sakit. Beliau juga melihat kondisi rumah sakit yang sangat bersih dan tertata rapi,” kata Mansnembra.
Mansnembra menegaskan, apresiasi tersebut bukan menjadi alasan untuk berpuas diri, melainkan motivasi agar kualitas pelayanan kesehatan terus ditingkatkan.
“Kami akan terus meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, termasuk melengkapi berbagai sarana dan prasarana penunjang agar pelayanan di RSUD Biak semakin baik,” pungkasnya. (un)















