Tim Ekspedisi Patriot UNAIR dan Warga Udapi Hilir Bangun Drainase, Targetkan 50 Meter untuk Cegah Banjir dan Longsor

Tim Ekspedisi Patriot UNAIR bersama warga membangun drainase mencegah banjir.
banner 120x600


MANOKWARI, Papuaterkini.com – Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Airlangga (UNAIR) Kelompok 6 Prafi bersama masyarakat transmigrasi Jalur 3 dan Jalur 4 Kampung Udapi Hilir, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, membangun saluran drainase sebagai upaya mengurangi risiko banjir, genangan air, erosi tanah, hingga longsor.

Pembangunan drainase terbuka tersebut dilakukan di perbatasan Jalur 3 dan Jalur 4 Kampung Udapi Hilir. Pada tahap awal, tim bersama masyarakat berhasil membangun drainase sepanjang 10 meter.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mitigasi bencana berbasis infrastruktur sekaligus mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam menciptakan lingkungan permukiman yang lebih aman dan tangguh terhadap bencana hidrometeorologi.

Dalam pelaksanaannya, Tim Ekspedisi Patriot UNAIR Kelompok 6 Prafi berperan dalam perencanaan, koordinasi, penyediaan material, pemantauan, hingga dokumentasi kegiatan.
Adapun material yang digunakan meliputi satu rit pasir, 1,5 rit batu alam atau batu kali, serta delapan sak semen. Sementara pengerjaan fisik melibatkan sekitar empat warga setempat yang bekerja secara gotong royong.

Salah satu anggota Tim Ekspedisi Patriot UNAIR Kelompok 6 Prafi, Tatik Hamini, S.Hut., mengatakan pembangunan drainase tersebut merupakan bentuk nyata upaya mitigasi bencana melalui kolaborasi bersama masyarakat.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur sederhana untuk mengendalikan aliran air, tetapi juga menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan.

“Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur sederhana untuk membantu mengendalikan aliran air, tetapi juga mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan. Kami berharap infrastruktur yang telah dibangun dapat memberikan manfaat bagi masyarakat serta menjadi langkah awal untuk meningkatkan kesadaran bersama terhadap pentingnya mitigasi bencana,” ujarnya.

Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari kepala kampung dan aparat Kampung Udapi Hilir melalui koordinasi serta dukungan terhadap pelaksanaan pembangunan di lokasi.

Sementara itu, Neffrety Nilamsari, S.Sos., M.Kes., menekankan pentingnya keberlanjutan kegiatan serta partisipasi masyarakat dalam membangun sistem mitigasi bencana berbasis komunitas.

Ia mengatakan, keberhasilan mitigasi bencana tidak hanya diukur dari infrastruktur yang berhasil dibangun, tetapi juga dari tingkat kepedulian dan keterlibatan masyarakat untuk melanjutkan upaya tersebut secara mandiri.

“Keberhasilan suatu kegiatan mitigasi bencana tidak hanya dilihat dari infrastruktur yang berhasil dibangun, tetapi juga dari bagaimana masyarakat terlibat, memiliki kepedulian, dan bersedia melanjutkan upaya tersebut secara mandiri. Partisipasi dan semangat gotong royong masyarakat menjadi modal penting dalam membangun lingkungan yang lebih tangguh terhadap risiko bencana,” ungkapnya.

Tim Ekspedisi Patriot UNAIR membangun drainase bersama warga.

Warga Targetkan Drainase Berlanjut hingga 50 Meter

Menariknya, setelah pembangunan tahap awal sepanjang 10 meter selesai, masyarakat setempat menunjukkan antusiasme untuk melanjutkan pembangunan drainase secara mandiri.
Pembangunan lanjutan tersebut ditargetkan mencapai panjang keseluruhan 50 meter di kawasan Jalur 3 dan Jalur 4 Kampung Udapi Hilir.

Inisiatif masyarakat ini menjadi salah satu dampak positif dari kegiatan pendampingan Tim Ekspedisi Patriot UNAIR. Selain menghasilkan infrastruktur sederhana, kegiatan tersebut juga berhasil mendorong semangat gotong royong, kepedulian terhadap lingkungan, dan kesadaran akan pentingnya mitigasi bencana.

Meski pembangunan awal telah rampung, pemantauan tetap diperlukan untuk memastikan drainase berfungsi efektif dalam mengalirkan air, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi. Pemeliharaan dan perbaikan juga perlu dilakukan apabila terjadi kerusakan akibat derasnya aliran air maupun perubahan kondisi lingkungan.

Melalui kegiatan ini, Tim Ekspedisi Patriot Universitas Airlangga Kelompok 6 Prafi berharap pembangunan drainase dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kampung Udapi Hilir dalam mengurangi risiko bencana hidrometeorologi.

Lebih dari itu, keberlanjutan pembangunan yang diinisiasi masyarakat diharapkan menjadi langkah awal terbentuknya kemandirian dan kesadaran kolektif untuk mewujudkan lingkungan permukiman yang lebih aman, tangguh, dan berkelanjutan. (bat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *