Johanes Markus Wakum Bersama Dinas Pertanian Papua Serahkan Bantuan untuk 7 Kelompok Tani Sagu di Biak

Plt Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Papua, Karel M Yarangga dan Anggota Komisi II DPR Papua, Johanes Markus Wakum foto bersama kleompok tani sagu usai penyerahan bantuan peralatan.
banner 120x600

BIAK, Papuaterkini.com – Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan menyalurkan bantuan Kegiatan Penataan Tanaman Sagu Tahun Anggaran 2026 kepada tujuh kelompok tani sagu di Kabupaten Biak Numfor.

Penyaluran bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus menjaga sagu sebagai pangan lokal strategis dan warisan budaya masyarakat Papua.

Dalam agenda penyerahan bantuan tersebut, diserahkan Plt Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Papua, Karel M Yarangga dan Anggota Komisi II DPR Papua, Johanes Markus Wakum.

Plt Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Papua, Karel M Yarangga mengatakan, bantuan diberikan untuk mendukung pengelolaan dan penataan lahan sagu dengan total luas mencapai 200 hektare yang tersebar di sejumlah distrik di Kabupaten Biak Numfor, yakni Distrik Biak Utara, Andey, Biak Barat, Swandiwe dan Oridek.

Tujuh kelompok tani yang menerima bantuan tersebut yakni Kelompok Tani Sibrindo, Foruri, Yemburwo, Nyanderes, Brakwori, Sendaro dan Pais.

Adapun bantuan yang disalurkan meliputi 20 unit chainsaw, 200 unit dodos sagu, 200 unit sekop, 400 unit parang dan 400 pasang sepatu boot.

Karel berharap bantuan itu dapat meningkatkan kemampuan kelompok tani dalam melakukan penataan, pemeliharaan dan pengelolaan kebun sagu secara lebih efektif, aman dan berkelanjutan.

“Sagu Jadi Pilar Ketahanan Pangan Papua. Program penataan tanaman sagu ini tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan produktivitas petani, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mempertahankan keberadaan sagu sebagai identitas masyarakat Papua,” katanya.

Anggota Komisi III DPR Papua Johanes Markus Wakum menyerhakan bantuan peralatan kepada kelompok tani sagu di Biak.

Sementara itu, Anggota Komisi II DPR Papua, Johannes Markus Wakum mengapresiasi Pemprov Papua atas kegiatan ini.

Anggota DPR Papua dari Daerah Pemilihan Kabupaten Biak Numfor dan Supiori ini mengatakan, sagu telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Papua secara turun-temurun.

Selain memiliki nilai budaya, komoditas ini juga memiliki potensi ekonomi dan strategis dalam mendukung ketahanan pangan daerah.

“Karena itu, pengembangan sagu dinilai penting untuk dilakukan secara berkelanjutan dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan dan ekosistem hutan sagu,” kata Politisi Partai Gerindra ini.

Melalui program tersebut, Johanes Markus Wakum berharap Pemerintah Provinsi Papua juga mendorong masyarakat untuk mencintai dan mengonsumsi pangan lokal sebagai bagian dari upaya mengurangi ketergantungan terhadap pangan dari luar daerah.

“Penguatan pangan lokal berbasis sagu diharapkan dapat memberikan dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat kampung, khususnya para petani dan kelompok pengelola sagu,” ujarnya.

Ia berharap bantuan itu dimanfaatkan secara optimal oleh kelompok tani penerima manfaat.

Peralatan tersebut diharapkan digunakan secara bersama-sama dan dipelihara dengan baik sehingga mampu menunjang produktivitas kebun sagu serta memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Kegiatan penyerahan bantuan juga melibatkan unsur Pemerintah Kabupaten Biak Numfor, Dinas Pertanian Kabupaten Biak Numfor, kepala distrik, kepala kampung, kelompok tani penerima bantuan, serta tokoh adat dan tokoh masyarakat.

Dengan mengusung tema “Melestarikan Sagu, Menguatkan Pangan Lokal, Meningkatkan Kesejahteraan Petani Papua Menuju Ketahanan Pangan yang Berkelanjutan”, program tersebut diharapkan menjadi langkah nyata dalam menjaga kelestarian sagu sekaligus memperkuat kemandirian pangan Papua.(bat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *