Gerakan TEKAD IBU Dampingi Orang Tua Olah Pangan Lokal untuk PMT Balita

foto bersama dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Cenderawasih dalma gerakan TEKAD IBU pendampingan orang tua dalam berinovasi pembuatan makanan tambahan bagi balita berbasis pengan lokal di Kota Jayapura.
banner 120x600


JAYAPURA, Papuaterkini.com — Pemenuhan gizi balita dapat dilakukan dengan memanfaatkan bahan pangan lokal yang mudah diperoleh di Papua. Pisang, betatas atau ubi jalar, daun kelor, telur hingga ikan cakalang dapat diolah menjadi makanan tambahan (PMT) yang bergizi dan menarik bagi anak.

Hal tersebut menjadi bagian dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Gerakan TEKAD IBU: Pendampingan Orang Tua dalam Inovasi Pembuatan Makanan Tambahan Balita Berbasis Pangan Lokal di Jemaat Diaspora Kota Jayapura.”

Kegiatan tersebut dilaksanakan tim dosen Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Universitas Cenderawasih, yakni Erlies Patricia Ramandey, M.Sc. dan Raini Panjaitan, S.TP., M.Si., dengan melibatkan tiga mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan FMIPA Universitas Cenderawasih

Melalui kegiatan ini, para orang tua mendapatkan pendampingan untuk memahami pentingnya pemberian makanan yang beragam dan bergizi bagi balita sekaligus meningkatkan keterampilan mengolah bahan pangan lokal menjadi menu yang menarik bagi anak.

Pendampingan diawali dengan edukasi mengenai kebutuhan gizi balita serta pentingnya memberikan makanan yang beragam sesuai kebutuhan anak. Peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai pemantauan status gizi dan pertumbuhan anak, termasuk pentingnya memantau berat badan serta panjang atau tinggi badan secara rutin.

“Harapannya, orang tua tidak hanya mampu membuat makanan tambahan, tetapi juga memahami pentingnya memantau pertumbuhan anak secara berkala. Dengan begitu, orang tua dapat lebih peka terhadap perubahan pertumbuhan dan mengambil langkah lebih awal apabila ditemukan masalah,” ujar tim pelaksana.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan praktik pengolahan bahan pangan lokal menjadi berbagai kreasi PMT. Sejumlah produk yang diperkenalkan antara lain pancake pisang, lumpia betatas isi cokelat, chocolate betatas truffle, martabak ikan cakalang, dan rice ball ikan cakalang.

Melalui praktik tersebut, peserta diajak melihat bahwa bahan pangan lokal dapat diolah menjadi makanan dengan bentuk, rasa, tekstur, dan tampilan yang lebih menarik bagi anak. Cara pengolahannya juga relatif sederhana sehingga dapat dipraktikkan kembali oleh orang tua di rumah.

Anak-anak turut dilibatkan untuk mencicipi berbagai produk yang telah dibuat. Respons anak terhadap makanan yang disajikan menjadi salah satu masukan bagi orang tua dalam mengenali makanan yang disukai maupun yang kurang diminati anak.

“Anak-anak memberikan respons yang berbeda terhadap setiap produk. Dari situ, orang tua bisa belajar bahwa selain memperhatikan kandungan gizi, tampilan, tekstur, rasa, dan bentuk makanan juga dapat menjadi pertimbangan dalam menyiapkan PMT,” jelas tim pelaksana.

Selain meningkatkan keterampilan mengolah makanan, kegiatan ini juga mendorong peserta melihat potensi pangan lokal dari perspektif yang lebih luas. Bahan pangan yang selama ini mungkin hanya diolah secara sederhana dapat dikembangkan menjadi berbagai variasi makanan yang lebih menarik dan sesuai bagi balita.

Melalui Gerakan TEKAD IBU, tim berharap pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama pendampingan dapat diterapkan secara berkelanjutan di lingkungan keluarga. Kegiatan tersebut tidak hanya memberikan contoh resep, tetapi juga mendorong orang tua agar lebih percaya diri memanfaatkan bahan pangan yang tersedia di sekitar mereka dalam memenuhi kebutuhan makanan anak.

Tim pelaksana berharap kegiatan ini dapat mendorong keluarga di Jemaat Diaspora Kota Jayapura semakin mengenal dan memanfaatkan potensi pangan lokal sebagai bagian dari upaya mendukung tumbuh kembang balita yang sehat.

Tim pelaksana juga menyampaikan terima kasih kepada Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Cenderawasih atas dukungan dan pendanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat melalui PNBP BLU Universitas Cenderawasih Tahun Anggaran 2026.

Dukungan tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam terlaksananya Gerakan TEKAD IBU sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendampingi masyarakat melalui pemanfaatan pangan lokal.(bat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *