Papua Target Swasembada Beras 2028, 6.500 Hektare Sawah Baru Dibuka

Gubernur Papua Matius D Fakhiri saat panen padi di Koya Timur, Kota Jayapura.
banner 120x600

JAYAPURA, Papuaterkini.com – Pemerintah Provinsi Papua menargetkan daerah itu mampu mencapai swasembada beras pada 2028. Target tersebut didorong melalui pembukaan sawah baru, rehabilitasi lahan pertanian, peningkatan produktivitas, serta penerapan mekanisasi pertanian.

Gubernur Papua Matius D. Fakhiri (MDF) mengatakan, pada 2026 pemerintah membuka sekitar 6.500 hektare lahan sawah baru. Selain itu, sejumlah lahan sawah yang sebelumnya tidak produktif atau “sawah tidur” akan direhabilitasi agar kembali menghasilkan.

“Di tahun ini kami membuka 6.500 lahan sawah, ditambah beberapa rehabilitasi sawah-sawah yang sudah tidur,” kata Fakhiri usai melakukan panen padi di Koya Timur, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Kamis (1/10/2026).

Menurut Fakhiri, program tersebut menjadi bagian dari dukungan Papua terhadap program strategis nasional Presiden Prabowo Subianto di sektor pertanian, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan.

Ia menyebut produktivitas padi di Papua saat ini menunjukkan perkembangan positif. Rata-rata hasil panen telah mencapai lebih dari 8 ton per hektare, sementara produksi di sejumlah wilayah Kabupaten Keerom dilaporkan mencapai 12,8 ton per hektare.

“1 hektare sudah bisa 8 ton. Kami juga di beberapa sawah terakhir di Keerom malah melebih. Provinsi Papua sekarang terdepan, yaitu 12,8 ton,” ujarnya.

Dorong Mekanisasi Pertanian

Untuk meningkatkan produktivitas sekaligus mempercepat siklus tanam dan panen, Pemprov Papua mendorong penggunaan mekanisasi dalam pengelolaan lahan pertanian.

Mekanisasi akan diarahkan mulai dari pembukaan lahan, penanaman, pemupukan hingga proses panen. Dengan penggunaan alat pertanian, waktu pengerjaan diharapkan menjadi lebih singkat sehingga lahan dapat segera kembali ditanami.

“Buka sawahnya cepat, tanamnya cepat, pupuknya gampang, kemudian kita bisa panen juga dengan alat,” kata Fakhiri.

Pemprov Papua juga meminta dukungan pemerintah pusat untuk pembangunan dan perbaikan jaringan irigasi serta penyediaan pompa air. Infrastruktur tersebut dinilai penting untuk menjaga ketersediaan air dan mendukung kegiatan pertanian sepanjang tahun.

Fakhiri menargetkan petani Papua dapat melakukan tiga kali tanam dan panen dalam setahun. Menurutnya, target tersebut memungkinkan dilakukan dengan dukungan irigasi, pompa air, mekanisasi, serta pendampingan terhadap petani.

“Kami tidak minta empat kali tanam, tetapi cukup tiga kali. Sehingga Provinsi Papua bisa tiga kali panen,” ujarnya.

Beras Papua untuk Pegunungan hingga Peluang Ekspor

Fakhiri mengatakan peningkatan produksi padi diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah pesisir, tetapi juga dapat mendukung kebutuhan beras di wilayah pegunungan Papua.

Bahkan, Pemprov Papua tengah membangun komunikasi dengan Papua Nugini (PNG) untuk membuka peluang kerja sama perdagangan beras apabila produksi dalam negeri telah memenuhi kebutuhan masyarakat Papua.

Ia berharap pengembangan sektor pertanian dan perkebunan secara bertahap dapat memperkuat struktur ekonomi Papua yang selama ini banyak bertumpu pada sektor pertambangan.

“Harapan saya kita menjadi swasembada beras di waktu-waktu yang datang. Target kami di 2028 kami sudah swasembada,” kata Fakhiri. (bat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *