Waket DPN HKTI Minta DPC Suarakan Kepentingan Petani Lokal, Dorong Pembentukan Gapoktan

Wakil Ketua Ketua Umum Bidang Organisasi dan Litbang serta Kajian Strategis DPN HKTI Dr H Manimbang Kahariady foto bersama usai pelantikan pengurus HKTI Papua dan 9 DPC HKTI se Papua.
banner 120x600

JAYAPURA, Papuaterkini.com — Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi serta Litbang dan Kajian Strategis Dewan Pimpinan Nasional Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (DPN HKTI), Drs. H. Manimbang Kahariady, meminta seluruh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) HKTI di Provinsi Papua menjalankan tugas dengan baik dan aktif menyuarakan kepentingan petani lokal.

Menurut Manimbang, keberadaan HKTI harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh petani. Karena itu, kepengurusan di tingkat daerah diharapkan mampu menyerap aspirasi sekaligus memperjuangkan kepentingan petani kepada pemerintah.

“Yang paling utama adalah menyuarakan kepentingan petani yang ada di sini, karena tujuan HKTI untuk mengurus petani, bukan sebaliknya,” kata Manimbang di Jayapura.

Ia berharap pengurus DPC HKTI di daerah dapat menjadi katalisator atau penggerak yang menghubungkan masyarakat, khususnya petani, dengan pemerintah. Peran tersebut dinilai penting agar berbagai persoalan yang dihadapi petani dapat diterjemahkan menjadi kebijakan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Tentunya saya berharap agar mereka lebih inovatif dan kreatif agar banyak elemen masyarakat, khususnya petani, bisa bergabung guna menggiring kebijakan-kebijakan yang lebih memberikan manfaat bagi petani lokal,” ujarnya.

Dorong Pembentukan Gapoktan

Manimbang juga mendorong DPC HKTI di Papua membentuk dan memperkuat Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) sebagai wadah untuk menghimpun aspirasi petani.

Menurutnya, keberadaan Gapoktan dapat menjadi ruang bagi petani untuk menyampaikan keluhan, mengidentifikasi persoalan di lapangan sekaligus mencari solusi secara bersama-sama. Selain itu, ia mendorong HKTI di daerah menginisiasi pembentukan badan otonom atau kelembagaan ekonomi, termasuk koperasi, yang dapat mendukung aktivitas dan kemandirian petani.

“Kita ingin petani memiliki wadah yang kuat untuk menyampaikan persoalan sekaligus mencari solusi bersama,” katanya.

Manimbang menilai penguatan kelembagaan petani menjadi bagian penting dalam membangun sektor pertanian yang lebih kuat. Dengan organisasi petani yang baik, aspirasi dan kebutuhan petani di tingkat lapangan diharapkan dapat disampaikan secara lebih terstruktur kepada pemerintah maupun pemangku kepentingan lainnya.

Yanni Siap Kawal Kepentingan Petani

Sebelumnya, sembilan DPC HKTI se-Provinsi Papua telah dilantik. Dalam Musyawarah Daerah (Musda) HKTI Papua, Yanni, SH, MH, terpilih secara aklamasi sebagai Ketua HKTI Provinsi Papua.

Yanni menyatakan siap mengawal kepentingan petani sekaligus memperkuat peran HKTI dalam mendukung ketahanan pangan di Papua.

Kepemimpinan tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi antara HKTI, pemerintah daerah dan kelompok-kelompok tani dalam mengoptimalkan potensi pertanian Papua. Yanni juga menyatakan akan mendorong kebijakan pertanian yang berbasis data petani serta sesuai dengan potensi masing-masing daerah.

Langkah tersebut diarahkan untuk mendukung ketahanan pangan Papua sekaligus sejalan dengan agenda pemerintah dalam mewujudkan ketahanan dan kemandirian pangan nasional. (bat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *