Dialog Adat Pemuda Damai Papua, Billy Kreeuw: Keberagaman Harus Jadi Kekuatan Persaudaraan

Kepala Suku Manirem sekaligus Ondoafi Kampung Keder, Billy Kreeuw dalam dialog yang digelar dalam rangka menyongsong hari sumpah pemuda.
banner 120x600

SARMI, Papuaterkini.com – Kepala Suku Manirem sekaligus Ondoafi Kampung Keder, Billy Kreeuw, mengajak generasi muda Kabupaten Sarmi, Papua, untuk menjunjung tinggi toleransi, melestarikan adat dan budaya, serta memperkuat persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat.

Ajakan tersebut disampaikan Billy dalam kegiatan Dialog Adat Pemuda Damai Papua yang digelar di Kampung Keder, Distrik Pantai Timur Bagian Barat, Kabupaten Sarmi, dalam rangka menyongsong Hari Sumpah Pemuda. Kegiatan yang berlangsung pukul 14.00 hingga 16.00 WIT itu mengusung tema “Pemuda Papua Menjaga Adat, Merawat Persatuan, dan Membangun Kampung Damai”.

Billy menegaskan, momentum Hari Sumpah Pemuda harus menjadi pengingat bagi generasi muda tentang pentingnya menjaga keharmonisan sosial dan berkontribusi positif bagi kemajuan daerah.

“Menjelang peringatan Hari Sumpah Pemuda, kita harus menyadari bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga keharmonisan kehidupan bermasyarakat dan menjadi penerus yang membawa perubahan positif bagi daerah,” ujarnya.

Pemuda Berperan Menjaga Keharmonisan

Menurut Billy, pemuda memiliki posisi strategis dalam merawat persatuan dan menciptakan kehidupan masyarakat yang aman serta damai. Karena itu, seluruh pemuda-pemudi di Kabupaten Sarmi diharapkan mampu menghormati perbedaan dan mengedepankan sikap saling menghargai.

Ia menilai, semangat persatuan harus terus diperkuat agar keberagaman yang ada di Tanah Papua menjadi modal sosial untuk membangun kehidupan bersama, bukan menjadi sumber perpecahan.
Adat dan Budaya Papua Harus Dilestarikan

Selain menjaga persatuan, Billy mengingatkan generasi muda agar tidak melupakan identitas dan jati diri sebagai orang Papua. Menurutnya, adat dan budaya merupakan warisan leluhur yang harus dijaga serta diteruskan kepada generasi berikutnya.

“Adat dan budaya Papua merupakan warisan leluhur yang harus kita jaga, lestarikan, dan hormati. Oleh karena itu, para pemuda hendaknya tidak melupakan jati diri sebagai orang Papua yang memiliki nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, saling menghargai, dan menghormati para orang tua serta tokoh adat,” katanya.

Ia berharap nilai-nilai luhur tersebut tidak hanya menjadi bagian dari tradisi, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga maupun dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan demikian, pelestarian budaya dapat berjalan seiring dengan upaya membangun masyarakat yang harmonis, saling menghormati, dan menjunjung tinggi nilai kekeluargaan.

Keberagaman Bukan Alasan untuk Bermusuhan

Billy juga mengingatkan bahwa perbedaan suku, agama, bahasa, maupun pandangan tidak boleh menjadi alasan untuk saling bermusuhan. Sebaliknya, keberagaman harus menjadi kekuatan untuk mempererat persaudaraan.

“Mari kita jadikan keberagaman sebagai kekuatan untuk membangun persaudaraan yang kokoh. Pemuda harus mampu menjadi teladan dalam menjaga sikap toleransi, menghindari perselisihan, serta menyelesaikan setiap permasalahan melalui dialog dan musyawarah dengan mengedepankan nilai-nilai adat dan rasa kekeluargaan,” tegasnya.

Menurut dia, dialog dan musyawarah merupakan langkah penting untuk menyelesaikan persoalan secara damai dengan tetap menghormati adat istiadat serta nilai-nilai kebersamaan yang hidup di tengah masyarakat.

Pemuda Sarmi Didorong Aktif Membangun Kampung

Lebih lanjut, Billy berharap momentum Hari Sumpah Pemuda dapat dimanfaatkan untuk mempererat hubungan antarkampung, antarsuku, dan antargenerasi di Kabupaten Sarmi.

Ia juga mendorong kaum muda untuk terlibat aktif dalam berbagai kegiatan positif yang dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta mendukung pembangunan di Tanah Papua.

“Mari kita bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan saling mendukung, serta berperan aktif dalam berbagai kegiatan positif yang dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mendorong kemajuan pembangunan di Tanah Papua,” tuturnya.

Ajak Pemuda Jadi Pelopor Perdamaian

Menutup pernyataannya, Billy mengajak seluruh generasi muda Papua untuk mengambil peran sebagai pelopor perdamaian dan menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat.

Ia berharap pemuda Sarmi tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, berbudaya, menjunjung tinggi toleransi, serta mampu menjaga persatuan demi masa depan daerah.

“Jadilah generasi muda yang berkarakter, berbudaya, menjunjung tinggi toleransi, dan mampu menjadi pelopor perdamaian bagi masa depan Kabupaten Sarmi dan Tanah Papua,” pungkasnya.(bat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *