Yanni Dianugerahi Sabuk Kehormatan Dewan Guru PPS SMI, Komitmen Bangun Padepokan Pencak Silat di Papua

Ketua Harian PP PPS SMI Ir Erizal Chaniago menyematkan sabut kehormatan Dewan Guru kepada Yanni, SH, MH, MSos di Swiss-BelExpress, Sabtu, 14 Februari 2026.
banner 120x600

KetJAYAPURA, Papuaterkini.com — Ketua Komda Perguruan Pencak Silat Satria Muda Indonesia (PPS SMI) Provinsi Papua, Yanni, SH, MH, MSos, dianugerahi sabuk kehormatan  Dewan Guru PPS SMI atas dedikasi dan kontribusinya dalam pengembangan serta pelestarian seni bela diri pencak silat di Indonesia.

Penghargaan tersebut diserahkan dalam prosesi penyematan sabuk kehormatan dan penyerahan sertifikat pada acara penutupan Training of Trainer (ToT) dan Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) PPS SMI yang digelar di Swiss-BelExpress, Kota Jayapura, Sabtu (14/2/2026).

Penyerahan penganugerahan sabuk kehormatan Dewan Guru dilakukan langsung oleh Ketua Harian PP PPS SMI, Ir. Erizal Chaniago.

Erizal Chaniago menyampaikan bahwa penghargaan tersebut diberikan karena dedikasi Yanni yang dinilai luar biasa sejak awal bergabung bersama SMI hingga saat ini.

“Dari awal SMI sampai hari ini, Ibu Yanni dedikasinya luar biasa. Sebagai Ketua Dewan Guru, saya memiliki kewenangan khusus yang disetujui Ketua Umum PP PPS SMI untuk mengangkat beliau menjadi Dewan Guru Kehormatan,” ujar Erizal.

Ia menambahkan, sabuk kehormatan Dewan Guru PPS SMI merupakan penghargaan langka yang baru diterima dua tokoh di Indonesia. Sebelumnya, penghargaan serupa diberikan kepada Gubernur Banten, Andra Soni.

Menurut Erizal, posisi Dewan Guru Kehormatan memiliki kriteria yang sangat ketat, karena selain memahami aspek teknik, juga memiliki kontribusi besar terhadap perkembangan organisasi secara nasional.

Ketua Harian PP PPS SMI Ir Erizal Chaniago menyerahkan sertifikat Dewan Guru kepada Yanni, SH, MH, MSos.

Dedikasi Lebih dari Dua Dekade

Yanni mengaku tidak menyangka mendapat penghormatan tersebut. Ia mengungkapkan telah mengabdi di PPS SMI sejak tahun 2005 atau sekitar 21 tahun.

“Saat itu, bapak Prabowo Subianto sebagai pembina utama PPS SMI datang ke Sentani ketika melantik saya sebagai Ketua Komda PPS SMI. Saat itu belum ada Partai Gerindra, tetapi saya sudah terpanggil untuk mencintai silat,” ujar Yanni.

Ia menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan PPS SMI di Tanah Papua sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya bangsa.

Target Bangun Padepokan SMI di Papua

Sebagai bentuk keseriusan pengembangan organisasi, Yanni berencana membangun Padepokan SMI di Papua. Padepokan tersebut akan menjadi pusat pelatihan dan pembinaan pesilat muda yang memiliki minat tinggi terhadap pencak silat.

“Saya berkomitmen membangun sesuatu yang membanggakan bagi Papua sebagai provinsi induk. Mudah-mudahan akhir tahun ini Padepokan SMI bisa diresmikan,” katanya.

Yanni optimistis keberadaan padepokan akan melahirkan atlet-atlet pencak silat berprestasi untuk menghadapi ajang Pra PON maupun PON, termasuk memperkuat kategori tunggal dan beregu yang selama ini masih menjadi tantangan.

“Kita akan melahirkan atlet-atlet silat untuk menghadapi Pra PON dan PON, dan SMI siap unggul ke depan, bahkan siap go internasional,” pungkasnya. (bat)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *