Pemprov Papua Salurkan Rp5,75 Miliar Dana Hibah untuk Lembaga Keagamaan dan Sekolah Perintis

Gubernur Papua Matius D Fakhiri menyerahhkan dana hibah kepada lembaga keagamaan dan sekolah perintis di Papua.
banner 120x600

JAYAPURA, Papuaterkini.com  – Pemerintah Provinsi Papua menyalurkan dana hibah sebesar Rp5.750.000.000 kepada empat lembaga keagamaan dan lima lembaga pendidikan perintis sebagai bagian dari komitmen mempercepat transformasi menuju Papua Cerah yang cerdas, sejahtera, dan harmonis.

Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, mengatakan dukungan tersebut merupakan langkah strategis dalam memperkuat fondasi pembangunan sumber daya manusia (SDM) di Tanah Papua, baik melalui pembinaan karakter keagamaan maupun peningkatan akses pendidikan.

“Transformasi Papua tidak dapat diwujudkan oleh pemerintah semata. Dibutuhkan kolaborasi dan sinergi seluruh elemen, mulai dari pemerintah, lembaga keagamaan, lembaga pendidikan, dunia usaha hingga masyarakat luas,” ujar Fakhiri.

Menurutnya, lembaga keagamaan memiliki peran penting dalam membentuk masyarakat yang beriman, berakhlak, toleran, serta menjunjung tinggi nilai persaudaraan.

Sementara sekolah-sekolah perintis dinilai sebagai ujung tombak dalam memperluas akses pendidikan yang layak, merata, dan inklusif bagi anak-anak Papua.
Alokasi Anggaran Keagamaan dan Pendidikan

Pada Tahun Anggaran 2026, dari total Rp5,75 miliar dana hibah tersebut, sebesar Rp3.250.000.000 dialokasikan untuk bidang keagamaan. Salah satu penerima hibah adalah pembangunan Kantor Klasis Gereja Kristen Injili Port Numbay di Kota Jayapura sebesar Rp2 miliar.

Sebelumnya, sejak 2024 pemerintah provinsi telah mengucurkan bantuan Rp4 miliar untuk pembangunan gedung tersebut, dan pada 2026 kembali diberikan Rp2 miliar sehingga total dukungan mencapai Rp6 miliar.

Selain itu, hibah juga diberikan kepada:Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia sebesar Rp500 juta, Haji Papua sebesar Rp500 juta, GPDI Alfa Omega Hamadi sebesar Rp250 juta.

Sementara untuk bidang pendidikan, sebesar Rp2.500.000.000 dialokasikan bagi lima lembaga pendidikan keagamaan perintis, masing-masing Rp500 juta, yakni: Lembaga Pendidikan Keagamaan Advent, Lembaga Pendidikan Keagamaan Yapis Papua,
Lembaga Pendidikan Keagamaan YPK, Lembaga Pendidikan Keagamaan YPPK,
Lembaga Pendidikan Keagamaan YPPGI.

Tekankan Transparansi dan Akuntabilitas

Gubernur menegaskan bahwa dana hibah yang disalurkan merupakan amanah rakyat sehingga harus dikelola secara transparan, akuntabel, tepat sasaran, dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Pemerintah daerah, kata dia, menaruh kepercayaan penuh kepada para penerima hibah sebagai mitra pembangunan yang berintegritas dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan keagamaan dan pendidikan.

“Melalui dukungan ini, kami berharap pelayanan keagamaan dan pendidikan semakin optimal serta memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat Papua,” tegasnya.

Pemprov Papua juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan momentum ini sebagai penguat komitmen bersama dalam membangun Papua yang damai, berkeadilan, dan berdaya saing. Dengan kerja keras, integritas, serta dukungan doa masyarakat, visi Papua Cerah diyakini dapat terwujud secara bertahap dan berkelanjutan. (bat)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *