JAYAPURA, Papuaterkini.com – Ketua DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Jayapura, Lukas Haay, berharap pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Jayapura dalam waktu dekat ini, dapat berjalan sesuai tahapan yang telah disepakati bersama.
Ia menegaskan agar proses pemilihan ketua dalam Musda KNPI tidak diintervensi oleh pihak mana pun, sehingga memberikan ruang kompetisi yang demokratis dan adil bagi seluruh calon yang ingin maju.
“Jangan ada intervensi dari siapa pun dalam Musda ini. Apalagi KNPI adalah wadah bagi pemuda dan organisasi kepemudaan (OKP). Jadi, siapa pun boleh bertarung secara bebas dan siapa pun boleh mendaftar,” tegas Lukas Haay saat ditemui di Abepura, Kota Jayapura, Sabtu (7/3/2026).
Menurutnya, mekanisme aklamasi tidak boleh dipaksakan dalam pemilihan calon ketua. Sebab, KNPI merupakan organisasi yang menaungi berbagai elemen pemuda sehingga setiap kandidat harus memiliki kesempatan yang sama untuk maju dan berkompetisi secara terbuka.
“KNPI ini adalah wadah bagi pemuda. Siapa pun berhak maju dan bertarung secara bebas. Jangan sampai ada aklamasi yang dipaksakan,” ujarnya.
Sebagai putra Port Numbay, Lukas Haay juga menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Jayapura yang dinilai memberikan dukungan terhadap pelaksanaan Musda KNPI agar berlangsung terbuka dan demokratis.
Ia menilai dukungan pemerintah daerah sangat penting dalam mendorong pembinaan generasi muda di Kota Jayapura.
“Saya sebagai Ketua GMNI Kota Jayapura menyampaikan terima kasih kepada Bapak Wali Kota yang sudah mendukung terselenggaranya Musda KNPI. Semoga ini menjadi barometer bagi pembinaan pemuda ke depan,” katanya.
Selain itu, Lukas juga mengimbau para pimpinan organisasi kepemudaan (OKP) agar tidak mudah terpengaruh oleh berbagai isu yang berkembang menjelang Musda KNPI.
Menurutnya, dinamika organisasi merupakan hal yang wajar terjadi menjelang momentum pemilihan kepemimpinan.
Ia berharap seluruh OKP dapat menjaga iklim demokrasi yang sehat dengan memberikan kebebasan kepada anggota untuk menentukan pilihan berdasarkan hati nurani tanpa tekanan dari pihak mana pun.
“Kami berharap teman-teman OKP memilih sesuai hati nurani tanpa ada paksaan dari pihak lain, sehingga nantinya terpilih pemimpin yang murni. Siapa pun yang terpilih nantinya tetap akan menjadi mitra strategis pemerintah daerah,” pungkasnya. (bat)














