Jelang Musda KNPI Jayapura, Caretaker Japsel Mendadak Dicopot! Yosep Mandosir Ngaku Dapat Tekanan

Yosep Mandosir.
banner 120x600

JAYAPURA, Papuaterkini.com – Menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) VI DPD KNPI Kota Jayapura, dinamika internal organisasi kepemudaan tersebut mulai memanas. Caretaker Ketua KNPI Distrik Jayapura Selatan, Yosep Mandosir, secara tiba-tiba diberhentikan dari jabatannya.

Yosep mengaku tidak mengetahui secara pasti alasan pencopotannya tersebut. Ia menyebut keputusan pemberhentian itu terjadi secara mendadak tanpa adanya komunikasi sebelumnya.

“Saya tidak tahu alasannya apa saya diberhentikan. Ini tiba-tiba dan tidak ada komunikasi sebelumnya dengan saya,” kata Yosep Mandosir di Abepura, Kamis (13/3/2026).

Menurutnya, ia diberhentikan pada 10 Maret 2026 atau sekitar lima hari menjelang pelaksanaan Musda VI KNPI Kota Jayapura.

“Saya tidak tahu pasti alasannya apa saya tiba-tiba diberhentikan,” ujarnya.
Yosep menduga pencopotannya bisa saja berkaitan dengan rekomendasi yang sempat ia keluarkan kepada calon Ketua DPD KNPI Kota Jayapura.

Ia mengungkapkan, dirinya sempat mengeluarkan dua rekomendasi untuk dua kandidat berbeda, yakni Novelt Krey dan Barto Taniyau.

Namun, Yosep mengakui bahwa saat menandatangani rekomendasi untuk Barto Taniyau, ia merasakan adanya tekanan dari pihak tertentu.

“Untuk mengeluarkan rekomendasi ini, saya merasa ada tekanan atau intimidasi. Saya merasa sangat tertekan sekali ketika memberikan tanda tangan rekomendasi tanpa tanda tangan dari sekretaris saya,” ungkapnya.

Meski demikian, Yosep tidak bersedia mengungkapkan siapa pihak yang menekan dirinya untuk menandatangani rekomendasi tersebut.

Ia menegaskan bahwa rekomendasi yang dinilai sah adalah rekomendasi yang diberikan kepada Novelt Krey pada 1 Maret 2026, karena ditandatangani bersama Sekretaris KNPI Distrik Jayapura Selatan.

Sementara rekomendasi untuk Barto Taniyau yang dikeluarkan pada 2 Maret 2026 hanya ditandatangani olehnya sendiri tanpa melibatkan sekretaris.

“Rekomendasi yang ke Barto itu menurut saya tidak sah. Karena tanda tangan di rekomendasi itu saya buat sendiri tanpa melibatkan sekretaris, sedangkan rekomendasi untuk Novelt Krey saya tandatangani bersama sekretaris,” jelasnya.

Yosep mengaku awalnya mengeluarkan dua rekomendasi tersebut dengan tujuan menjaga komunikasi dengan kedua kandidat yang akan bertarung dalam Musda KNPI Kota Jayapura.

Sementara itu, Ketua Tim Pemenangan calon Ketua DPD KNPI Kota Jayapura, Novelt Krey, yakni Simon P. Bame menilai terdapat sejumlah kejanggalan dalam proses menjelang Musda.

Ia menyampaikan hal itu saat mengikuti rapat pleno Musda VI KNPI Kota Jayapura yang berlangsung di GOR Waringin, Kotaraja, Abepura, Jumat (13/3/2026).

Menurut Simon, pergantian caretaker Ketua KNPI Distrik Jayapura Selatan hingga dinamika dalam rapat pleno dinilai tidak sesuai dengan mekanisme organisasi.

“Terkait dinamika KNPI Kota hari ini hingga rapat pleno, saya melihat ada sejumlah kejanggalan baik dari mekanisme yang dilakukan oleh caretaker, misalnya pergantian caretaker Ketua KNPI Distrik Jayapura Selatan sampai rapat pleno tadi yang tentunya di luar dari peraturan yang ada,” katanya.

Ia bahkan mencurigai adanya upaya sistematis untuk memenangkan kandidat tertentu dalam Musda KNPI Kota Jayapura.

“Kami melihat ada indikasi upaya yang sistematis dan masif untuk memenangkan calon tertentu. Itu terlihat mulai dari pergantian caretaker Ketua KNPI Distrik Jayapura Selatan dan Heram,” ujarnya.

Simon juga menilai alasan pergantian caretaker tersebut tidak masuk akal secara organisatoris. Pihaknya bahkan telah melakukan konfirmasi kepada pengurus KNPI Jayapura Selatan.

“Dinyatakan bahwa ia tidak hadir dalam kegiatan atau rapat KNPI, padahal pernyataan itu tidak benar. Dari proses itu sampai pada rapat pleno tadi kami melihat ada arah untuk penetapan calon,” pungkasnya. (bat)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *