Musda KNPI Jayapura Memanas! Tim Novelt Krey Bongkar Dugaan Intervensi Politik dan Konspirasi 

Ketua Tim Pemenangan Calon Ketua KNPI Kota Jayapura, Novelt Krey dan Ketua GMPI Martinus Mandowally saat memberikan keterangan pers.
banner 120x600

JAYAPURA, Papuaterkini.com – Menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) VI DPD KNPI Kota Jayapura, dinamika internal organisasi kepemudaan tersebut mulai memanas.

Tim pemenangan calon Ketua DPD KNPI Kota Jayapura, Novelt Azriel Krey, menuding adanya intervensi dan konspirasi dalam proses tahapan Musda yang dinilai mengarah pada upaya memenangkan kandidat tertentu.

Polemik mencuat setelah pencopotan Caretaker Ketua KNPI Distrik Jayapura Selatan, Yosep Mandosir. Keputusan tersebut memicu berbagai reaksi serta menimbulkan dugaan adanya kepentingan tertentu dalam proses penetapan calon ketua KNPI Kota Jayapura.

Ketua Tim Pemenangan Novelt Krey, Simon P. Bame, mengatakan pihaknya menemukan sejumlah kejanggalan dalam dinamika menjelang Musda VI KNPI Kota Jayapura, termasuk dalam rapat pleno yang berlangsung di GOR Waringin Kotaraja, Jumat (13/3/2026).

Menurut Simon, pergantian caretaker Ketua KNPI Distrik Jayapura Selatan hingga jalannya rapat pleno dinilai tidak sesuai dengan mekanisme organisasi.

“Terkait dinamika KNPI Kota hari ini hingga rapat pleno, kami melihat ada sejumlah kejanggalan dari mekanisme yang dilakukan caretaker KNPI Kota Jayapura, mulai dari pergantian caretaker Ketua KNPI Distrik Jayapura Selatan hingga jalannya rapat pleno yang menurut kami di luar aturan organisasi,” ujarnya.

Ia bahkan mencurigai adanya upaya sistematis untuk memenangkan kandidat tertentu dalam Musda KNPI Kota Jayapura.

“Kami melihat ada indikasi upaya yang sistematis dan masif untuk memenangkan calon tertentu. Hal itu terlihat dari pergantian caretaker Ketua KNPI Distrik Jayapura Selatan hingga Heram,” katanya.

Simon juga menilai proses pengambilan keputusan dalam tahapan Musda kali ini didominasi oleh kader aktif dari partai politik tertentu di Kota Jayapura.

“Mulai dari caretaker ketua hingga Steering Committee (SC), itu semua dari partai tertentu. Saya melihat di sini ada intervensi besar sehingga dinamika Musda ini tidak sehat lagi,” ungkapnya.

Ia pun meminta agar proses Musda KNPI Kota Jayapura dapat berjalan secara normal dan independen sehingga mampu melahirkan ketua KNPI yang benar-benar terpilih melalui mekanisme organisasi yang baik.

“Kami berharap dinamika pemuda ini bisa melahirkan ketua KNPI yang sehat dan mempunyai visi misi membangun Kota Jayapura serta mendukung visi misi pemerintah daerah,” katanya.

Simon juga menilai adanya indikasi kecurangan secara sistematis dalam tahapan Musda, terutama terkait pergantian caretaker KNPI di sejumlah distrik.

Menurutnya, pergantian caretaker Ketua KNPI Distrik Jayapura Selatan tidak memiliki alasan yang kuat. Pihaknya bahkan telah melakukan konfirmasi langsung kepada caretaker KNPI Jayapura Selatan terkait alasan pergantian tersebut.

“Kami sudah konfirmasi kepada caretaker Ketua KNPI Japsel bahwa pernyataan caretaker Ketua KNPI Kota yang menyebut tidak hadir dalam rapat-rapat itu tidak benar,” tegasnya.

Selain itu, Simon juga menyoroti dugaan ketidaknetralan Steering Committee Musda KNPI Kota Jayapura. Ia menyebut dalam proses rapat pleno terdapat indikasi penggiringan agar Musda hanya menetapkan satu calon ketua saja.

“Itu hampir saja terjadi. Karena kami ada di dalam dan akhirnya berkas dari Novelt Krey dinyatakan tidak memenuhi syarat,” katanya.

Atas kondisi tersebut, Simon meminta KNPI Provinsi Papua melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja caretaker Ketua KNPI Kota Jayapura.

“Kami menduga ada upaya sistematis yang mengarah pada kemenangan satu calon saja, sehingga kami menilai panitia tidak netral,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua GMPI Kota Jayapura, Marthinus Mandowally, berharap Musda KNPI Kota Jayapura benar-benar menjadi ruang demokrasi bagi kalangan pemuda.

“Kami berharap pimpinan di Kota Jayapura memberikan sepenuhnya Musda ini kepada pemuda untuk bertarung secara sehat,” katanya.

Ia juga meminta caretaker Ketua KNPI Kota Jayapura bersama Steering Committee dapat menjalankan Musda sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) KNPI.

“Jika Musda ini terkesan hanya mementingkan satu calon, kami khawatir kepemimpinan pemuda di Kota Jayapura tidak akan berjalan dengan baik,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Ketua Umum PC PMII Kota Jayapura, Muhammad Ali Ramadhan. Ia menyayangkan hasil pengesahan verifikasi berkas kandidat Ketua KNPI Kota Jayapura.

“Kami tidak diperhitungkan, padahal organisasi Cipayung merupakan bagian penting dalam sejarah lahirnya KNPI,” katanya.

Menurut Ali, Steering Committee lebih menekankan pada peran KNPI distrik dalam menentukan kandidat, sementara organisasi Cipayung yang diakui secara nasional kurang mendapat perhatian.

“Kami berharap caretaker Ketua KNPI Kota Jayapura dapat mempertimbangkan dukungan dari organisasi Cipayung yang telah menyatakan dukungan kepada Novelt Krey,” ujarnya.

Ia berharap proses Musda KNPI Kota Jayapura dapat berjalan secara adil dan demokratis demi menjaga marwah organisasi kepemudaan di daerah tersebut. (bat)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *