Warga Mamberamo Hilir Curhat ke Gubernur Fakhiri! Dari Koperasi Nelayan hingga Rumah Guru dan Tenaga Medis Jadi Sorotan

Gubernur Papua Matius D Fakhiri bertemu dengan warga Mamberamo Raya dalam kunjungan kerjanya, Minggu, 17 Mei 2026.
banner 120x600

MAMBERAMO RAYA, Papuaterkini.com – Sejumlah kepala kampung di Distrik Mamberamo Hilir, Kabupaten Mamberamo Raya, menyampaikan berbagai aspirasi kepada Gubernur Papua Matius D. Fakhiri saat kunjungan kerja di wilayah tersebut.

Aspirasi yang disampaikan meliputi pembangunan koperasi nelayan, pemekaran kampung, penyediaan rumah tenaga medis dan guru, hingga dukungan pembangunan fasilitas umum dan keagamaan.

Kepala Kampung Warembori, Steven Samber mengatakan masyarakat berharap Pemerintah Provinsi Papua dapat melanjutkan pembangunan Koperasi Nelayan Merah Putih yang lahannya telah disiapkan warga.

“Untuk koperasi nelayan merah putih, kami sudah siapkan lokasi dan kami minta kepada bapak supaya tinggal dilanjutkan untuk pembangunan,” kata Steven di Teba, Minggu (17/5/2026) malam.

Selain itu, masyarakat juga meminta bantuan penyelesaian pembangunan gereja yang saat ini baru mencapai sekitar 75 persen. Menurutnya, masyarakat menargetkan peresmian gedung gereja dapat dilakukan pada tahun depan.

“Sisa 25 persen kami mohon bapak bisa bantu kami, karena kami sementara terkendala finansial,” ujarnya.

Steven juga menyampaikan permohonan pemekaran Kampung Tumi yang menurutnya telah siap secara administrasi maupun infrastruktur dasar.

“Secara administrasi sudah disiapkan, baik jalan maupun dokumen lainnya. Kami mohon izin supaya kampung persiapan segera dimekarkan,” katanya.

Tidak hanya itu, masyarakat Kampung Warembori juga meminta perhatian pemerintah terhadap pembangunan fasilitas kesehatan serta rumah bagi tenaga medis yang selama ini masih menempati rumah warga.

“Tenaga medis sudah ada, cuma mereka belum punya perumahan. Sementara ini mereka tinggal di rumah masyarakat,” ujarnya.

Aspirasi serupa juga disampaikan Kepala Kampung Yoke, Derek Numberi. Ia mengusulkan pembangunan jalan penghubung dari Sarmi, pembangunan perumahan masyarakat, hingga rumah dinas bagi guru dan tenaga kesehatan.

“Selama ini guru-guru belum ada perumahan, begitu juga mantri belum ada punya perumahan,” kata Derek.

Selain itu, Derek juga meminta dukungan pemerintah untuk penyelesaian pembangunan gereja serta bantuan menjelang pelaksanaan sidang klasis yang direncanakan berlangsung pada 2027 di Kampung Yoke.

“Kami mohon bantuan dari bapak gubernur sebab 2027 ada sidang klasis di kampung,” imbuhnya. (bat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *