Kunjungi Trimuris, Burmeso dan Teba, Gubernur Fakhiri Prioritaskan Jalan, Transportasi Laut Murah hingga Layanan Dasar

Gubernur Papua Matius D Fakhiri dan rombongan disambut tarian tradisional dalam kunker di Mamberamo Raya, Minggu, 17 Mei 2026.
banner 120x600

MAMBERAMO RAYA, Papuaterkini.com – Gubernur Papua Matius D. Fakhiri menegaskan komitmennya membuka keterisolasian wilayah Kabupaten Mamberamo Raya melalui pembangunan konektivitas jalan, transportasi laut, serta penguatan layanan kesehatan dan pendidikan.

Komitmen tersebut disampaikan Fakhiri saat mengunjungi Kampung Trimuris, Burmeso, dan Teba di Kabupaten Mamberamo Raya, Minggu (17/5/2026).

Di hadapan masyarakat, Gubernur Fakhiri mengakui kondisi pemerintahan saat ini menghadapi tantangan akibat dampak ekonomi global yang berpengaruh pada kebijakan efisiensi anggaran hingga ke tingkat daerah.

“Kalau tadi Pak Bupati bilang tidak ada uang, itu betul. Semua terkena efisiensi, penghematan. Semua dipotong sana-sini,” ujar Gubernur Fakhiri.

Meski demikian, Pemerintah Provinsi Papua tetap berupaya mempercepat pembangunan di wilayah pedalaman, khususnya di Mamberamo Raya. Salah satunya melalui pembukaan sejumlah akses jalan yang menghubungkan kawasan strategis.

“Kami akan buka dari Bonggo menuju daerah Dabra. Kemudian dari Burmeso juga naik ke daerah Dabra. Kemudian dari Kasona menuju Trimuris,” katanya.

Gubernur Fakhiri juga menyampaikan rencana pembangunan akses jalan dari kawasan Pantai Barat menuju Teba untuk meningkatkan mobilitas masyarakat.

“Kalau pemimpinnya bisa rukun-rukun seperti saya dan Pak Bupati, ini ke depan pasti bisa terwujud,” tambahnya.

Selain pembangunan jalan, Pemerintah Provinsi Papua juga menyiapkan penguatan sektor transportasi laut dengan menjadikan kawasan Mamberamo sebagai pelabuhan transit penghubung antardaerah.

Menurut Fakhiri, masyarakat nantinya ditargetkan dapat bepergian menuju Jayapura hingga tiga kali dalam sepekan dengan dukungan subsidi pemerintah agar biaya perjalanan lebih terjangkau.

“Kami berharap dalam waktu satu minggu itu masyarakat bisa tiga kali pulang pergi ke Jayapura dengan biaya yang murah dan intervensi dari pemerintah provinsi,” ujarnya.

Pada sektor kesehatan, Gubernur Fakhiri menyoroti tingginya kasus malaria, tuberkulosis dan HIV/AIDS di Mamberamo Raya. Ia meminta tenaga kesehatan lebih aktif menjangkau masyarakat.

“Pembunuh terbesar orang asli Papua yaitu Aids, Tuberkulosis dan Malaria,” tegasnya.

Ia menambahkan fasilitas layanan kesehatan di Teba, Trimuris dan Bagusa juga akan diperkuat agar pelayanan kesehatan masyarakat pedalaman semakin optimal.

“Saya berharap nanti puskesmas yang ada di Teba ini harus kuat. Paling tidak untuk transfer pasien itu bisa diatasi dulu di Teba,” katanya.

Selain layanan kesehatan, Pemprov Papua juga berencana mendorong pembangunan sekolah berasrama dan sekolah rakyat di sejumlah titik untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia di Mamberamo Raya.

“Kita membangun supaya masyarakat tidak turun lagi ke Jayapura. Mungkin di Teba kita buat atau di Trimuris,” imbuhnya. (bat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *