Tokoh Apawer Minta Subsidi Penerbangan Perintis untuk Buka Akses Daerah Terisolir 

Tokoh Pemuda Adat Apawer Erick Bairi menyerahkan usulan DOB Apawer Raya kepada Gubernur Papua Matius D Fakhiri dalam kunjungan kerja ke Sarmi, baru-baru ini. Selain itu, mereka minta pemerintah memberikan subsidi penerbangan perintis di wilayah itu untuk membuka keterisolasian.
banner 120x600

SARMI, Papuaterkini.com – Sejumlah tokoh masyarakat dari Apawer, Kabupaten Sarmi meminta Pemerintah Provinsi Papua memberikan subsidi penerbangan perintis untuk sejumlah rute dan lapangan terbang perintis di Kabupaten Sarmi, Mamberamo Raya hingga Waropen dan Kepulauan Yapen.

Aspirasi tersebut disampaikan langsung kepada Gubernur Papua Matius D Fakhiri saat kunjungan kerja di Kabupaten Sarmi beberapa hari lalu.

Tokoh Pemuda Adat Apawer, Erick Bairi mengatakan dalam pertemuan tersebut Gubernur Papua merespons positif usulan masyarakat terkait pembukaan layanan penerbangan bersubsidi, baik untuk penumpang maupun pengangkutan kargo ke wilayah Apawer dan sekitarnya.

Menurut Erick, Gubernur memastikan langkah tersebut dilakukan guna memperlancar akses pelayanan pendidikan, kesehatan hingga pemerintahan di daerah-daerah yang masih tergolong terisolir.

“Bapak gubernur juga akan menunjuk koordinator wilayah untuk Sarmi terkait penerbangan perintis di Provinsi Papua. Pemerintah provinsi juga akan berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan,” kata Erick.

Ia mengapresiasi respons cepat Gubernur Papua yang langsung menindaklanjuti aspirasi masyarakat adat Apawer dalam upaya membuka akses konektivitas melalui penerbangan perintis.

Menurut Erick, masyarakat di wilayah Apawer dan daerah sekitarnya memiliki hak yang sama sebagai warga negara untuk memperoleh pelayanan publik dan pemerataan pembangunan.

“Masyarakat di wilayah pedalaman juga bagian dari Indonesia, sehingga berhak mendapatkan pelayanan dan pembangunan yang merata,” ujarnya.

Erick juga menyebut sejumlah lapangan terbang perintis di Kabupaten Sarmi, Mamberamo Raya hingga Waropen dan Kepulauan Yapen yang dinilai perlu mendapatkan dukungan subsidi penerbangan, yakni Lapter Aurimi, Segar Tor, Kasonaweja, Kustra, Douw, Dabra, Taria, Botawa dan Serui.

Dukungan subsidi penerbangan tersebut diharapkan mampu membuka akses transportasi bagi masyarakat pedalaman, sekaligus mendorong peningkatan pelayanan dasar dan pertumbuhan ekonomi di wilayah terpencil Papua. (bat)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *