Gubernur Fakhiri Kunjungi Korban Kebakaran Dok 8 Pantai Jayapura, Pastikan Rumah Warga Dibangun Kembali

Gubernur Papua Matius D Fakhiri melihat langsung lokasi kebakaran 8 rumah warga di Dok VIII Kota Jayapura, Kamis, 4 Juni 2026.
banner 120x600

JAYAPURA, Papuaterkini.com – Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, mengunjungi warga RT 03/RW 05 Dok VIII Pantai, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura, yang terdampak kebakaran beberapa waktu lalu.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan proses penanganan dan pemulihan pascabencana berjalan optimal serta kebutuhan warga dapat segera ditindaklanjuti.

Dalam pertemuan bersama masyarakat, Ketua RT 03/RW 05 Dok VIII Pantai, Bernat Sineri, menyampaikan sejumlah kebutuhan mendesak yang masih dihadapi warga terdampak, mulai dari perbaikan rumah, penyediaan air bersih, hingga perlengkapan sekolah bagi anak-anak yang sedang mengikuti ujian.

“Kami berharap atas kunjungan ini, Bapak bisa menaruh perhatian terhadap kami atas insiden yang terjadi beberapa waktu lalu. Selain rumah, kami juga meminta perhatian terkait kebutuhan air bersih,” ujar Bernat, Kamis (4/6/2026).

Ia juga meminta perhatian pemerintah terhadap kebutuhan pendidikan anak-anak korban kebakaran.

“Saat ini anak-anak kami sedang mengikuti ujian sekolah dan membutuhkan sepatu serta perlengkapan sekolah lainnya,” katanya.

Menanggapi aspirasi tersebut, Gubernur Fakhiri menyampaikan keprihatinannya atas musibah yang menimpa warga. Ia menegaskan Pemerintah Provinsi Papua akan segera mengambil langkah konkret untuk membantu masyarakat dan mempercepat proses pemulihan.

“Saya turut prihatin atas kejadian ini. Saya berharap masyarakat dapat menghadapi cobaan ini dengan tabah. Saya sudah meminta Dinas Pekerjaan Umum untuk segera melakukan pendataan dan saya akan memastikan proses penanganannya berjalan secepat mungkin,” kata Fakhiri.

Menurutnya, rumah-rumah warga yang rusak akibat kebakaran akan dibangun kembali dengan kondisi yang lebih baik dan layak huni.

“Saya akan berbicara langsung dengan Dinas PU agar pekerjaan ini segera dilaksanakan. Saya akan berupaya membangun kembali rumah-rumah warga dengan kondisi yang lebih baik dari sebelumnya,” ujarnya.

Fakhiri juga bersyukur karena tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran tersebut. Pemerintah, kata dia, siap menyiapkan tempat tinggal sementara bagi warga selama proses pembangunan kembali rumah berlangsung.

“Yang paling penting adalah tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Terkait relokasi sementara, pemerintah akan menempatkan warga yang terdampak di Hotel Numbay apabila memungkinkan sambil menunggu proses pembangunan kembali rumah yang rusak,” katanya.

Selain memastikan bantuan bagi korban kebakaran, Gubernur juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi Papua telah menyiapkan program penataan kawasan Dok VIII Pantai yang akan dilakukan secara bertahap.

“Saya sudah memiliki program untuk menata kawasan ini. Saat ini masih dalam tahap pendataan ulang sehingga beberapa wilayah belum terakomodasi. Ke depan, kawasan ini akan ditata kembali agar lebih tertib dan aman,” jelasnya.

Penataan tersebut juga mencakup pembenahan jaringan listrik untuk mengurangi risiko kebakaran akibat korsleting.

“Kami sudah mulai melakukan penataan dari kawasan Dok 8. Saya ingin kabel-kabel listrik ditata dengan baik sehingga tidak lagi terlihat semrawut. Saya juga akan berkoordinasi dengan PLN untuk mengatasi persoalan yang dapat menyebabkan korsleting listrik,” tegasnya.

Fakhiri memastikan seluruh warga terdampak akan memperoleh bantuan dan diupayakan masuk dalam program bantuan perumahan yang didukung pemerintah pusat.

“Saya hadir di sini untuk memastikan warga yang terdampak memperoleh bantuan. Saya juga akan mengupayakan agar mereka masuk dalam program perumahan yang didukung pemerintah pusat,” ujarnya.

Sementara itu, kebutuhan pendidikan anak-anak korban kebakaran juga menjadi perhatian pemerintah daerah.

“Untuk kebutuhan anak-anak sekolah yang terdampak, seperti sepatu dan perlengkapan belajar lainnya, akan segera kami bantu,” kata Fakhiri.

Di tempat yang sama, Kapolsek Jayapura Utara, AKP Frengky Rumbiak, menjelaskan bahwa kebakaran yang terjadi pada 7 Mei 2026 sekitar pukul 15.00 WIT mengakibatkan tujuh kepala keluarga terdampak dengan total sekitar 60 jiwa.

“Sebanyak tujuh rumah terdampak dan dugaan sementara penyebab kebakaran adalah korsleting listrik,” jelas Rumbiak.

Pemerintah Provinsi Papua bersama Pemerintah Kota Jayapura, aparat kepolisian, serta instansi terkait berkomitmen memperkuat kolaborasi dalam mempercepat pemulihan pascakebakaran agar masyarakat dapat kembali menjalani aktivitas secara aman dan nyaman. (bat)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *