SENTANI, Papuaterkini.com – Kepedulian terhadap keluarga korban kejadian tragis dimana seorang istri bernama Elis Agstina Yotha yang dibakar oleh suaminya di Sentani pada Desember 2024 lalu, kembali ditunjukkan Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Papua, Yanni.
Untuk kesekian kalinya, Yanni mendatangi kediaman keluarga korban di Kota Sentani, Kabupaten Jayapura, Kamis (27/8/2026). Dalam kunjungan tersebut, perhatian Yanni secara khusus tertuju pada masa depan anak korban yang masih duduk di bangku Taman Kanak-Kanak (TK).
Yanni datang didampingi Sekretaris DPC Partai Gerindra Kabupaten Jayapura, Tina Setiyani Lalona.
Selain memberikan bantuan sembako kepada keluarga, Yanni juga memastikan bantuan dana yang sebelumnya telah diberikan benar-benar digunakan untuk kepentingan anak, khususnya kebutuhan pendidikan.
“Saya kembali datang untuk memastikan bantuan yang saya berikan diperuntukkan bagi kepentingan anak tersebut. Saya berharap bantuan ini dapat digunakan untuk kebutuhan anak, terutama pendidikannya,” ujar Yanni usai kunjungan.
Menurut Yanni, perhatian terhadap anak korban menjadi hal penting karena anak tersebut masih berada pada usia dini dan memiliki perjalanan pendidikan yang panjang.
Ia berharap bantuan yang diberikan dapat membantu memenuhi kebutuhan anak sehingga kondisi keluarga yang sedang menghadapi situasi sulit tidak sampai menghambat pendidikan maupun masa depannya.
“Bantuan ini saya berikan karena keprihatinan saya kepada anak tersebut. Saya berharap bantuan ini bisa digunakan untuk kepentingannya,” katanya.
Selain bantuan untuk anak, Yanni juga menyerahkan sembako kepada keluarga korban. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan sehari-hari keluarga.
Doa Sang Nenek
Kedatangan Yanni disambut haru oleh Barbalina Felle, nenek dari anak korban.
Barbalina menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian serta kepedulian yang terus diberikan Yanni kepada keluarganya.
“Kami mengucap syukur dan berterima kasih kepada Tuhan, juga kepada Ibu. Kami selalu mendoakan agar Ibu diberikan kesehatan dalam menjalankan pekerjaan, selalu sehat dan sukses. Tuhan berkati,” tutur Barbalina.
Sebagai seorang nenek, Barbalina mengaku tidak mampu membalas seluruh kebaikan yang telah diberikan. Ia hanya dapat memanjatkan doa agar Yanni selalu diberikan kesehatan dan kesuksesan.
“Kita tidak bisa membalas semua kebaikan Ibu. Mama selalu berdoa kepada Tuhan, semoga Ibu selalu sehat dan sukses selalu,” katanya.
Barbalina menjelaskan, cucunya saat ini masih duduk di bangku TK dan diharapkan dapat melanjutkan pendidikan ke sekolah dasar pada tahun depan.
“Yang tua sudah TK, mungkin tahun depan sudah masuk SD kelas satu. Yang kedua belum,” ungkapnya.
Keluarga tersebut diketahui memiliki dua anak. Anak pertama saat ini telah mengikuti pendidikan di TK, sementara anak kedua masih belum memasuki usia sekolah.
Bantuan untuk Menjaga Harapan
Bagi Yanni, bantuan yang diberikan bukan sekadar dukungan materi, tetapi juga bentuk perhatian terhadap masa depan anak korban.
Ia berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk memenuhi kebutuhan anak, terutama pendidikan, sehingga di tengah kondisi keluarga yang tidak mudah, hak anak untuk mendapatkan pendidikan tetap terjaga.
Sementara bantuan sembako diharapkan dapat sedikit meringankan kebutuhan keluarga dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Bagi Barbalina, perhatian yang diberikan Yanni memiliki arti penting bagi keluarganya. Di tengah luka yang masih membekas akibat peristiwa yang menimpa keluarganya, sang nenek memilih menyampaikan rasa terima kasih melalui doa.
Harapan terbesar Barbalina sederhana: melihat cucunya tetap bersekolah, tumbuh dengan baik, dan memiliki masa depan yang lebih cerah.
“Semoga Ibu selalu sehat dan sukses selalu. Tuhan berkati,” ucap Barbalina. (bat)















