BIAK, Papuaterkini.com – Institut Cinta Tanah Air (INCITA) Kabupaten Biak Numfor untuk pertama kalinya menggelar yudisium setelah beralih nomenklatur dari Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH).
Sebanyak 60 mahasiswa Sarjana Hukum angkatan pertama tahun akademik 2025/2026 resmi mengikuti yudisium yang menjadi sejarah baru bagi perguruan tinggi tersebut. Kegiatan berlangsung di Aula INCITA, Sabtu (29/8/2026).
Rektor INCITA Biak, Prof. Dr. Muslim Lobubun, SH., MH., mengatakan yudisium perdana tersebut menjadi momentum bersejarah setelah perubahan nomenklatur STIH menjadi Institut Cinta Tanah Air.
“Ini merupakan momen sejarah bahwa setelah berubah dari STIH menjadi Institut Cinta Tanah Air, hari ini kita buktikan dengan lahirnya angkatan pertama lulusan INCITA sebanyak 60 mahasiswa,” ujar Muslim.
Ia berharap para lulusan tidak berhenti mengembangkan ilmu setelah menyelesaikan pendidikan. Para sarjana hukum tersebut diharapkan mampu menjaga integritas serta mengabdikan ilmu yang diperoleh di tengah masyarakat.
90 Persen Mahasiswa INCITA Putra-Putri Papua
Muslim juga menegaskan komitmen INCITA dalam memberikan perhatian terhadap pendidikan anak-anak Papua. Menurutnya, sekitar 90 persen mahasiswa INCITA merupakan putra-putri Papua.
Sementara itu, sekitar 80 hingga 85 persen program beasiswa yang tersedia di INCITA diperuntukkan bagi mahasiswa Papua.
“Kami ingin anak-anak Papua mampu bersaing secara kompetitif di dunia kerja maupun profesi lainnya. Mereka harus menjadi aset pemerintah daerah dan mampu mengabdikan diri bagi masyarakat,” katanya.
Ia berharap keberadaan INCITA dapat terus berkontribusi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya generasi muda Papua di bidang hukum.
Pemkab Biak Numfor Apresiasi Yudisium Perdana
Sementara itu, Bupati Biak Numfor Markus O. Mansnembra, SH., MM., yang diwakili Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Biak Numfor, Zacharias L. Mailoa, ST., M., mengapresiasi pelaksanaan yudisium perdana INCITA.
Menurutnya, gelar sarjana yang diperoleh para lulusan bukanlah akhir dari proses pendidikan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar.
“Yudisium bukan akhir dari proses belajar, melainkan awal dari pembuktian yang sesungguhnya. Gelar yang Bapak-Ibu sandang mulai hari ini membawa tanggung jawab moral yang besar,” ujarnya.
Ia mengatakan Pemerintah Kabupaten Biak Numfor akan terus mendukung pengembangan dunia pendidikan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah.
“Pemerintah daerah akan selalu mendukung pengembangan dunia pendidikan. Kami percaya investasi terbaik untuk masa depan daerah adalah melalui investasi sumber daya manusia,” katanya.
Zacharias berharap para lulusan angkatan pertama INCITA dapat terus belajar, menjaga nama baik almamater, serta mengabdikan ilmu yang diperoleh bagi masyarakat dan pembangunan Kabupaten Biak Numfor.
Wakil Bupati Biak Jadi Bagian Angkatan Pertama
Wakil Bupati Biak Numfor, Jimmy C.R. Kapissa, yang menjadi salah satu mahasiswa peserta yudisium, mengaku bersyukur dapat menyelesaikan pendidikan sekaligus menjadi bagian dari angkatan pertama INCITA.
“Sebagai mahasiswa, saya bersyukur hari ini bisa mengikuti yudisium dan menjadi bagian dari angkatan pertama Institut Cinta Tanah Air,” ujarnya.
Ia berharap ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan dapat menjadi bekal untuk terus mengabdi kepada masyarakat.
Jimmy juga mendorong generasi muda Biak Numfor untuk tidak berhenti mengejar pendidikan dan terus meningkatkan kapasitas diri demi masa depan daerah.(un)















