Sejarah, Pertama Kali Mamberamo Raya Berangkatkan Calon Jemaah Haji

Bupati Mamberamo Raya Dorinus Dasinapa, AKs, SSos, menyerahkan bantuan dana manasik haji dan melepas calon jamaah haji Kabupaten Mamberamo Raya di Hotel Frontone, Jayapura, Senin, 8 Juli 2019.

JAYAPURA, Papuaterkini.com – Sejak  berdiri 15 Maret  2007  silam,  Pemerintah Kabupaten (Pemkab)  Mamberamo Raya, menjadi catatan sejarah dalam kehidupan beragama di daerah itu, lantaran untuk pertama kalinya memberangkatkan enam calon jamaah haji, untuk menjalankan rukun Islam kelima, yakni menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci Makkah.

Bahkan, Bupati Mamberamo Raya, Dorinus Dasinapa, AKs, SSos didampingi Kepala Dinas Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD)  Kabupaten Mamberamo Raya, Simon Rahametan dan Kepala Kantor Kementerian Agama Mamberamo Raya, Redkson Pakpahan, SE, MSi, melepas 6 calon jamaah haji Kabupaten Mamberamo Raya menuju ke Embarkasi Haji di Makassar, yang berlangsung di Hotel Frontone, Jayapura, Senin, 8 Juli 2019.

Turut hadir  Pimpinan OPD Pemkab Mamberamo Raya, Dewan Adat Mamberamo Raya, Forum Kerukunan  Umat Beragama (FKUB)  Mamberamo Raya dan  Pengurus  Majelis Ulama Indonesia (MUI) Mamberamo Raya.

Bupati Dasinapa mengakui, jika sejak kabupaten berjuluk Tanah Seribu Misteri Sejuta Harapan ini berdiri, baru tahun 2019, ada calon jamaah haji yang berangkat dari Mamberamo Raya.

Ia berharap keberangkatan enam calon jamaah haji ke tanah suci itu, mewakili semua masyarakat  yang ada di Kabupaten Mamberamo Raya.

Sebagai seorang Nasrani, Bupati Dasinapa mengaku mengetahui jika setiap orang yang ingin naik haji, ternyata tak gampang, melainkan harus rela menunggu antara 14 tahun, 15 tahun hingga 30 tahun.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada Tuhan bahwa ini adalah doa -doa setiap kita bukan khusus orang Muslim, tapi kita semua umat yang ada di Kabupaten Mamberamo Raya, untuk menjaga  toleransi dan  hidup bersama, sehingga  Tuhan  memberikan jalan ini,” katanya.

Selain itu, kata Bupati Dasinapa, ini membuktikan bahwa kebersamaan itu bisa diwujudkan dalam toleransi antar umat beragama, sekaligus  untuk menjaga keutuhan NKRI, khususnya di Mamberamo Raya.

“Jangan ada perbedaan, tapi  bersama-sama menjaga keutuhan NKRI dan kerukunan umat beragama, karena berdirinya Pancasila sebagai dasar negara kita jaga melalui kerukunan hidup beragama ini,” ujarnya.

Bupati Dasinapa berharap utusan calon haji yang berangkat ke Tanah Suci ini ikut mendoakan, agar Tuhan memberikan berkah kepada Pemkab Mamberamo Raya, untuk mengarah kepada suatu  perubahan, teristimewa pada pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM).

Bupati Dasinapa menambahkan, ke depan pihaknya akan terus memberikan perhatian kepada semua komponen agama, sebagai upaya mempersatukan umat, tanpa membeda-bedakan umat beragama.

Dalam kesempatan ini, Bupati Dasinapa menyerahkan bantuan dana untuk manasik haji kepada calon jemaah haji asal Kabupaten Mamberamo Raya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mamberamo Raya, Rekson Pakpahan mengharapkan kegiatan pelepasan calon jemaah haji ini  bukan pertama dan terakhir,  tapi  berlangsung untuk selama-lamanya.

Karena itu, kata Rekson, pihaknya menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Mamberamo Raya,  terlebih khusus Bupati Mamberamo Raya. Pasalnya,  ini semua terjadi bukan karena kehebatan dan kemampuan manusia. Tapi  hanya karena campur tangan Tuhan melalui Pemkab Mamberamo Raya, sehingga kegiatan manasik haji dan pelepasan calon haji ini dapat terwujud.

“Kiranya ini menjadi contoh kerukunan umat beragama bukan hanya   di Mamberamo Raya. Tapi kalau bisa di seluruh Indonesia. Ini salah -satu contoh yang ada di Burmeso pendirian masjid berdampingan dengan gereja.  Jadi mari kita jaga bersama, terutama  mari calon jamaah haji yang ada di Mamberamo Raya yang akan berangkat ke Makkah ikut mendoakan kita semua. Kita semua bekerja nantinya takut akan Tuhan,  sehingga semua yang kita kerjakan dapat bermanfaat bagi masyarakat,” imbuhnya.

Perwakilan Jamaah Haji, Amiruddin mengatakan, calon jamaah haji  asal Kabupaten yang berangkat ke Tanah Suci sebanyak 6 orang. Masing masing 4 pria dan 2 perempuan.

Mereka tergabung dalam kloter 17 berangkat dari Bandara Hasanudin Makasar, yakni Sarmi, Waropen dan Mamberamo Raya. Sedangkan, kabupaten lain di Provinsi Papua ada dua kloter tersendiri.

“Kami rencana masuk kloter pada tanggal 17-19 Juli 2019,” imbuhnya. (bat)

Leave a Response