banner 728x90 ---- banner 728x90

Dua Kelompok Warga Bentrok di Mamberamo Raya

Bupati Mamberamo Raya, Jhon Tabo memberikan penjelasan kepada masyarakat asli Mamberamo Raya yang juga tenaga honorer usai bentrok dengan warga lain.
banner 120x600
banner 468x60

JAYAPURA, Papuaterkini.com  – Aksi saling serang antar dua kelompok warga terjadi di depan Kantor Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) dan Bappeda  Kabupaten Mamberamo Raya di Burmeso, Mamberamo Raya, Jumat 22 April 2022 pukul 12.30 WIT.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Drs. Ahmad Musthofa Kamal, SH mengatakan aksi tersebut dipicu karena permasalahan gaji honorer Kabupaten Mamberamo Raya.

“Awalnya pegawai honorer yang merupakan masyarakat Mamberamo Raya hendak melakukan pemalangan pada kantor keuangan terkait dengan pembayaran honor tenaga honorer, namun karena ada masa dari bupati yang membawa panah jubi dan senjata tajam sehingga honorer tidak terima dengan hal tersebut dan terjadilah aksi saling serang antara masyarakat asli Mamberamo Raya dengan masyarakat Suku Wamena,” kata Kamal saat diwawancarai pada Jumat, 22 April 2022.

Dia menyebutkan, personel Polres Mamberamo Raya yang dipimpin oleh Kapolres melakukan blokade jalan untuk menghalau pergerakan massa dan memberikan imbauan.

Namun, dikarenakan jumlah masa sekitar 170 orang dengan bersenjatakan panah jubi dan parang sambil menari-nari (waita) langsung menerobos barikade, kemudian melempar jubi kearah masa bupati, sehingga membuat terpancing dan terjadilah aksi saling serang diantara kedua kelompok.

“Situasi sempat memanas, massa tidak mengindahkan imbauan dan terjadi saling serang sehingga anggota Polres mengeluarkan tembakan secara berkali-kali untuk menghentikan aksi dari kedua pihak,” jelas Kabid Humas Ahmad Kamal.

Dikatakan, massa yang merupakan masyarakat asli Mamberamo Raya dikumpulkan di depan halaman Kantor Dinas Perhubungan guna menenangkan situasi, namun massa bupati kembali melakukan serangan terhadap anggota Polres dengan melemparkan jubi sehingga anggota Polres menembakkan gas airmata kearah masa dan masa pun mundur.

“Bupati Mamberamo Raya Jon Tabo menemui masyarakat asli Mamberamo Raya yang merupakan honorer, setelah diberikan penjelaskan massa membubarkan diri dengan tertib dan dikawal oleh personil Polres Mamberamo Raya untuk kembali ke Kasonaweja,” pungkas Kamal. (bat)

Kombes Pol Kamal menambahkan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, saat ini situasi aman dan kondusif.

“Pasca kejadian tersebut saat ini situasi aman dan kondusif, para honorer menunggu Sekda untuk melaksanakan pembagian gaji sesuai intruksi Bupati Mamberamo Raya,” tutup Kamal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *