banner 728x250

Kembalinya Sang Tokoh Papua Kaka Bas Suebu

Sesi Jumpa pers Ketua Panitia Penyambutan Kembalinya Kaka Bas yang juga Ondofolo Kampung Sereh, Yanto Eluay, didampingi Ondofolo Yobeh Bernard Felle dan Putra Barnabas Suebu, Alva Suebu, di Pendopo Adat Kampung Sereh, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Jumat, 19 Agustus 2022.
banner 120x600
banner 468x60

SENTANI, Papuaterkini.com – Tokoh Adat Kabupaten Jayapura Yanto Eluay membenarkan kabar kembalinya Mantan Gubernur Papua Barnabas Suebu ke tanah kelahirannya Sentani, Kabupaten Jayapura, Sabtu, 20 Agustus 2022 pagi, pasca dinyatakan bebas usai menjalani hukuman selama 7,5 tahun di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, Jawa Barat, pada 7 Juli 2022 lalu.

SENTANI, Papuaterkini.com – Tokoh Adat Kabupaten Jayapura Yanto Eluay membenarkan kabar kembalinya Mantan Gubernur Papua Barnabas Suebu ke tanah kelahirannya Sentani, Kabupaten Jayapura, Sabtu, 20 Agustus 2022 pagi, pasca dinyatakan bebas usai menjalani hukuman selama 7,5 tahun di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, Jawa Barat, pada 7 Juli 2022 lalu.

banner 325x300

Kaka Bas panggilan akrab Barnabas Suebu kembali ke tanah kelahirannya di Sentani, Kabupaten Jayapura, guna menemui seluruh masyarakat Papua, khususnya di Kota Sentani, Kabupaten Jayapura.

Untuk itu, keluarga besar bersama seluruh masyarakat di tanah kelahiran Kaka Bas siap menyambutnya di Bandara Sentani, dengan menggelar ibadah syukuran bersama di Lapangan Theys Eluay, Kota Sentani, Kabupaten Jayapura, Sabtu, 20 Agustus 2022 sore sekitar pukul 15.00 WIT.

“Kegiatan ini kami buat adalah inisiatif dari keluarga, karena orang tua terkasih kami sudah melewati masa-masa sulit selama 7,5 tahun di penjara dan sudah dinyatakan bebas, serta pulang ke tanah kelahirannya Sentani,” ujar Ketua Panitia Penyambutan Kembalinya Sang Tokoh Papua Kaka Bas, Yanto Khomlay Eluay didampingi Ondofolo Yobeh Bernard Felle dan putra dari Kaka Bas, Alva Suebu, saat melakukan jumpa pers, di Pendopo Adat Hele Wabhouw, Kampung Sereh, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Jumat, 19 Agustus 2022.

Untuk itu, kata Yanto Eluay, pihaknya selaku keluarga dan kerabat menginisiasi untuk melakukan acara penyambutan ‘Kembalinya Sang Tokoh Papua Kaka Bas Suebu’ ini, yang akan berlangsung di Lapangan Theys Eluay Sentani, Sabtu, 20 Agustus 2022.

“Jadi orang tua terkasih kami, bapa Bas akan tiba dari Jakarta pagi hari di Bandara Sentani. Beliau datang untuk melakukan ramah tamah dan bertatap muka dengan para Ondofolo di Pendopo Adat Kampung Sereh pada jam 8 pagi. Ini sebagai ungkapan syukur kami, karena bapa Bas bisa diberikan umur panjang dan bisa bebas, yang mana semua ini karena kemuliaan Tuhan,” ujarnya.

Dalam acara syukuran ini, pria yang juga Ondofolo Kampung Sereh ini mengatakan, bahwa Bapa Bas juga akan menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh masyarakat di Papua dan secara khusus kepada para Ondofolo di Sentani dan para hamba-hamba Tuhan yang senantiasa mendoakan Bapa Bas selama menjalani masa-masa hukuman  di Lapas Sukamiskin, Jawa Barat selama 7,5 tahun yang bisa menjalaninya dengan baik dan bisa bebas serta bertemu kembali bersama seluruh keluarga di Sentani, Kabupaten Jayapura.

Dalam syukuran yang akan dilaksanakan di Lapangan Theys Eluay Sentani, kaka Bas akan menceritakan kisahnya kepada masyarakat umum selama menjalani masa hukuman di Lapas Sukamiskin, Jawa Barat, hingga dinyatakan bebas pada bulan Juli 2022 lalu.

“Sebagai kerabat dan keluarga, kami sangat berterimakasih atas waktu dan kesempatan yang telah berlalu bagi bapa Bas selama menjalani masa-masa sulit di Lapas Sukamiskin. Oleh sebab itu, prosesi penyambutan dan ibadah syukur itu akan kami laksanakan bersama seluruh masyarakat di Sentani, Kabupaten Jayapura, besok tanggal 20 Agustus 2022,” ujar salah satu Tokoh Adat Papua asal Kabupaten Jayapura.

Untuk itu, Yanto Eluay berharap kembalinya sang Tokoh Masyarakat Papua yakni, Kaka Bas jangan dikaitkan dengan isu-isu yang berkembang saat ini.

“Kami harap agar jangan ada lagi pihak-pihak yang mempolitisir kembalinya bapa Bas. Kami ingin tegaskan disini bahwa kembalinya bapa Bas ini tidak ada kaitannya dengan isu-isu yang berkembang saat ini. Karena orang tua terkasih kami dikaitkan dengan isu-isu yang lain, bahkan dipolitisir dan didramatisir, serta dikaitkan dengan hal-hal politik,” harap Yanto Eluay.

“Jadi, masa-masa sulit sudah terlewati. Sebagai seorang tokoh, tentunya banyak opini publik yang aneh-aneh muncul di media sosial. Hal ini juga perlu kita antisipasi secara bersama, karena pesan bapa Bas setelah bebas dan kembali bersama keluarga untuk melaksanakan pelayanan kepada Tuhan,” imbuh Ketua Presidium Putra Putri Pejuang Pepera (P5) Provinsi Papua ini.(irf)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.