DPR Papua Bentuk Pansus Beasiswa

Ketua Umum Pengprov Perbakin Papua, Jhony Banua Rouw, SE.
banner 120x600
banner 468x60

JAYAPURA, Papuaterkini.com – DPR Papua telah membentuk Panitia Khusus (Pansus) terkait Beasiswa Mahasiswa Unggul Papua. Bahkan, Pansus Beasiswa DPR Papua ini mulai bekerja dan melakukan rapat internal pada Rabu, 4 Oktober 2023.

Ketua DPR Papua, Jhony Banua Rouw, SE mengakui jika Pansus Beasiswa Unggul Papua sudah mulai bekerja.

“Hari ini kami sudah mulai bekerja dengan Pansus Beasiswa Mahasiswa Unggul Papua. Hari ini kita rapat perdana,” kata Jhony.

Menurutnya, Pansus Beasiswa Mahasiswa Unggul Papua DPR Papua mempunyai tugas untuk mengecek kembali data data yang ada dan melihat beasiswa bagi anak anak Papua yang tengah menempuh studi di dalam dan luar negeri agar tidak ada masalah di kemudian hari, mereka bisa menyelesaikan studi dengan baik dan mereka jangan sampai terputus ditengah jalan.

“Kita juga akan lihat. Ada yang sudah kita bagikan atau pindahkan menjadi tanggungjawab daerah otonom baru dan kita lewat Pansus ini akan berkoordinasi dengan Pj Gubernur pada DOB bagaimana apakah mereka bisa dibiayai atau tidak? Intinya kita khawatir bahwa ketika mereka sudah mengikuti pendidikan 3 atau 4 tahun di luar negeri, tapi mereka terpaksa harus putus kuliah lantaran tidak ada biaya dari pemerintah. Padahal, ini soal masa depan mereka, masa depan calon pemimpin bangga ke depan, sehingga kita harus punya tanggungjawab untuk menyelesaikan dengan baik,” paparnya.

Jhony berharap mahasiswa Papua yang tengah menempuh studi di berbagai perguruan tinggi di luar negeri untuk dapat menyelesaikan studi dengan baik dan kembali mengabdi di Tanah Papua.

Dalam rapat perdana itu, Jhony meminta agar ada grand desain untuk beasiswa mahasiswa unggul Papua itu, terutama jurusan jurusan yang dibutuhkan oleh daerah, sehingga ketika mereka menyelesaikan studi, maka akan bisa mengabdi di Tanah Papua., dengan mengisi tempat tempat yang dibutuhkan, seperti misalnya di sektor pertanian, perikanan, perkebunan, bisnis dan lainnya.

“Jangan sampai mereka selesai studi dan kembali pulang, namun justru menganggur karena tidak tahu apa yang akan mereka kerjakan,” tandasnya.

Selain itu, Jhony berharap mahasiswa Papua yang dibiayai dengan menggunakan dana Otsus itu, seperti ikatan dinas sehingga mereka kembali bisa langsung mengabdi atau terserap dalam bursa kerja.

“Itulah beberapa agenda yang akan diselesaikan Pansus Beasiswa ini. Semoga kita bisa memastikan mereka studi dan tidak terkendala dalam pembiayaan. Kita harus menyampaikan kepada pemerintah pusat bahwa ini akan ada masalah, karena kita melihat bahwa kemungkinan besar di Desember 2023, Januari dan Februari 2024, akan terjadi masalah karena tidak cukup biayai untuk membiayai mereka dan kekhawatiran mereka tidak akan bisa ikut ujian semester dan lainnya,” imbuhnya. (bat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *