JAYAPURA, Papuaterkini.com – Bencana alam berupa banjir, longsor, dan pergeseran tanah melanda tiga distrik di Kabupaten Mamberamo Tengah, Provinsi Papua Pegunungan, pada 1 September 2025.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, sejumlah fasilitas umum, rumah warga, hingga infrastruktur mengalami kerusakan cukup parah.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, banjir dan longsor terjadi di Distrik Ilugwa. Akibatnya, beberapa jembatan sementara hanyut terbawa arus sehingga akses transportasi atau akses jalan warga terputus.

Selain itu, banjir juga merendam lahan perkebunan masyarakat, menghanyutkan ternak, serta merusak sejumlah rumah atau honai milik warga.
Sementara itu, pergeseran tanah dilaporkan terjadi di Distrik Kelila dan Distrik Eragayam. Dampaknya, dua rumah ibadah mengalami retak dan patah pada bagian struktur bangunan dan dalam keadaan miring sehingga tidak lagi dapat digunakan untuk aktivitas peribadatan. Sejumlah rumah warga di kedua distrik tersebut juga mengalami kerusakan.
Bahkan, di halaman gereja di Distrik Eragayam, dilaporkan tanah terbelah, akibat terjadinya pergeseran tanah tersebut. Sedangkan gereja di Kelila, bangunannya dalam keadaan terbelah.

Kepala BPBD Kabupaten Mamberamo Tengah, Apriada Aud, SE, mengatakan pemerintah daerah bergerak cepat merespons laporan bencana tersebut.
“Begitu kami menerima informasi adanya bencana, kami langsung menurunkan tim untuk melakukan peninjauan di lokasi sekaligus menyalurkan bantuan bahan makanan bagi masyarakat yang terdampak,” ujar Apriada kepada Papuaterkini.com, Selasa (2/9/2025).

Selain menyalurkan bantuan, Pemerintah Kabupaten Mamberamo Tengah melalui BPBD juga membangun jembatan sementara agar dapat dilalui kendaraan dan warga.

Perbaikan akses jalan yang rusak akibat banjir, longsor, dan tanah bergerak juga terus dilakukan.
BPBD bersama masyarakat setempat turut melakukan pembersihan material longsor yang menutup badan jalan. Langkah ini dilakukan guna memastikan mobilitas warga dan aktivitas perekonomian dapat kembali berjalan normal.

Pemerintah daerah mengimbau masyarakat tetap waspada mengingat potensi cuaca ekstrem di wilayah pegunungan Papua masih dapat terjadi sewaktu-waktu.(bat)














