Fraksi Golkar DPR Papua Setujui Raperdasi APBD 2026, Soroti TKD dan Dorong Optimalisasi PAD

Pelapor Fraksi Golkar DPR Papua, Ety Buwani saat menyampaikan pendapat akhir fraksinya pada rapat paripurna membahas Raperdasi APBD 2026.
banner 120x600

JAYAPURA, Papuaterkini.com – Fraksi Partai Golkar DPR Papua secara resmi menerima dan menyetujui Rancangan Peraturan Daerah Provinsi (Raperdasi) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Papua Tahun Anggaran 2026 untuk ditetapkan sebagai Peraturan Daerah.

Pernyataan itu disampaikan Pelapor Fraksi Golkar, Ety Buwani, S.Sos, dalam pendapat akhir fraksi pada Rapat Paripurna DPR Papua, Kamis (11/12/2025). RapatO tersebut merupakan bagian dari rangkaian Sidang Paripurna V pembahasan Raperdasi APBD 2026.

Dalam pembukaannya, Ety menyampaikan salam hormat kepada pimpinan dewan, anggota DPR Papua, Gubernur Papua, Pj Sekda serta seluruh pimpinan OPD. Ia juga memanjatkan syukur atas penyertaan Tuhan sehingga seluruh proses sidang dapat berlangsung dengan baik.

Fraksi Golkar Setujui APBD Papua 2026

Fraksi Golkar menegaskan telah mengikuti seluruh rangkaian persidangan—mulai dari pra‐sidang, paripurna pertama hingga paripurna kelima—serta mencermati dinamika pembahasan.

“Dengan mempertimbangkan seluruh proses dan hasil pembahasan, Fraksi Partai Golkar DPR Papua menyatakan menerima dan menyetujui Raperdasi APBD Papua 2026 untuk ditetapkan menjadi Peraturan Daerah,”
tegas Ety Buwani.

Tiga Catatan Penting Fraksi Golkar

Meski menyetujui, Fraksi Golkar memberikan beberapa catatan strategis yang perlu menjadi perhatian bersama legislatif dan eksekutif:

1. Percepatan Pengambilan Sumpah 11 Kursi Pengangkatan DPR Papua

Fraksi Golkar meminta Pemprov Papua dan DPR Papua segera berkoordinasi untuk merealisasikan pelantikan 11 kursi pengangkatan DPR Papua periode 2024–2029.

Langkah ini dinilai penting demi kelengkapan keanggotaan dewan dan optimalisasi fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan.

2. Penurunan TKD Jadi Tantangan Serius

Golkar menyoroti penurunan Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat, yang berdampak langsung pada kapasitas penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan.

Fraksi Golkar mendorong Pemprov Papua mencari terobosan pendapatan baru agar program prioritas pembangunan tidak terganggu.

3. Maksimalkan Pengelolaan Aset untuk Tingkatkan PAD

Golkar menegaskan bahwa Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) merupakan kunci keberhasilan pembangunan.

PAD menentukan kemampuan pemerintah dalam pelayanan publik maupun realisasi program pembangunan.

Oleh karena itu, Fraksi Golkar meminta Pemprov Papua memaksimalkan pengelolaan aset daerah, sehingga potensi pendapatan yang ada dapat dioptimalkan dan berkontribusi signifikan terhadap PAD.

Fraksi Golkar Tegaskan Komitmen untuk Papua

Ety Buwani menutup pendapat akhir dengan menyatakan bahwa Fraksi Partai Golkar akan terus berperan aktif dalam mendorong tata kelola pemerintahan yang produktif, transparan, dan berpihak pada kepentingan masyarakat Papua.(bat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *