YAHUKIMO, Papuaterkini.com – Bupati Yahukimo, Didimus Yahuli, menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Yahukimo dalam menjaga stabilitas keamanan serta menjamin tenaga kesehatan (nakes) dan pelayanan publik tetap berjalan optimal.
Penegasan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) bersama jajaran pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat yang digelar di Dekai, Jumat (20/2/2026).
Rapat dihadiri Sekretaris Daerah, para asisten, unsur Forkopimda, kepala OPD, tokoh agama, tokoh adat, tokoh perempuan, tokoh pemuda, tenaga kesehatan, serta perwakilan masyarakat. Pertemuan itu membahas situasi keamanan daerah sekaligus langkah strategis pemulihan pelayanan publik pasca sejumlah insiden kekerasan.
Dalam arahannya, Bupati Didimus Yahuli menyampaikan bahwa tahun 2025 telah dilalui dengan baik berkat kerja sama semua pihak. Namun memasuki 2026, Yahukimo dihadapkan pada tantangan yang tidak ringan.
Ia menegaskan, peristiwa pembakaran sekolah, mobil ambulans, serta aksi kekerasan yang terjadi beberapa waktu lalu merupakan tindak kriminal murni dan tidak dapat dibenarkan.
Langkah Strategis Pemkab Yahukimo
Untuk memulihkan situasi serta menjamin rasa aman masyarakat, Pemerintah Kabupaten Yahukimo mengambil sejumlah langkah strategis, antara lain:
Membuka kembali layanan kesehatan secara terintegrasi. Membangun pagar pengaman di seluruh Puskesmas, Rumah Sakit, dan sekolah. Membentuk pos keamanan di pintu masuk fasilitas kesehatan yang dijaga Satpol PP bersama warga sipil yang ditunjuk.
Berkoordinasi dengan Dandim dan Kapolres agar aparat tidak membawa senjata lengkap saat memasuki area fasilitas kesehatan. Melarang penyerobotan antrean pelayanan kesehatan oleh siapa pun. Menegaskan etika dan profesionalitas tenaga kesehatan dalam pelayanan.
Selain itu, Mengimbau masyarakat melaporkan gangguan melalui jalur resmi, bukan media sosial dan Melakukan evaluasi rutin setiap satu hingga tiga bulan.
Mantan Ketua DPRD Yahukimo ini menekankan bahwa keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Ia mengajak warga untuk tidak membalas kekerasan dengan kekerasan dan tidak mudah terprovokasi isu yang belum jelas kebenarannya.
Bupati juga menyoroti ancaman sosial seperti peredaran narkoba dan minuman keras yang dinilai dapat merusak generasi muda.
“Kita harus memiliki kejujuran hati, ketulusan hati, dan keberanian hati untuk menjaga Yahukimo. Daerah ini dibangun di atas nilai-nilai Injil dan persaudaraan. Mari kita jaga bersama,” tegasnya.
RSUD Dekai dan Tiga Puskesmas Kembali Beroperasi
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Didimus Yahuli secara resmi menyatakan bahwa RSUD Dekai kembali beroperasi dan siap melayani masyarakat Kabupaten Yahukimo, khususnya warga Kota Dekai.
Selain itu, sejumlah Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) juga resmi dibuka kembali, yakni: Puskesmas Dekai, Puskesmas Braza dan Puskesmas Aplim Apom.
Seluruh apotek dan unit pelayanan kesehatan lainnya di wilayah ibu kota Dekai juga dinyatakan kembali beroperasi per Jumat, 20 Februari 2026.
Dengan dibukanya kembali fasilitas kesehatan tersebut, diharapkan pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan normal dan optimal seperti sediakala.
Rapat koordinasi ditutup dengan komitmen bersama seluruh elemen masyarakat untuk menjaga keamanan, memperkuat persatuan, serta mendukung langkah pemerintah daerah demi terwujudnya Yahukimo yang aman dan damai.
Sebelumnya, para tenaga kesehatan di RSUD Dekai dan puskesmas terpaksa tidak bekerja lantaran tak ada jaminan keamanan. Bahkan, penutupan layanan kesehatan di RSUD Dekai itu sempat viral.
Apalagi, ekskalasi kekerasan terjadi di daerah itu, termasuk upaya pembakaran dua unit mobil ambulance milik puskesmas maupun ruang kelas SMP maupun penyerangan atau penembakan terhadap warga sipil. (bat)














