JAYAPURA, Papuaterkini.com – Keluarga besar DPR Papua melaksanakan penyembelihan hewan kurban dalam rangka perayaan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Kamis (28/5/2026).
Sebanyak empat ekor sapi kurban disembelih dan dagingnya dibagikan kepada ratusan pegawai, staf, petugas kebersihan (cleaning service), dan tenaga keamanan (security) di lingkungan DPR Papua.
Ketua DPR Papua, Denny Henry Bonai, mengatakan kegiatan kurban tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan keimanan dan ketakwaan umat Islam sekaligus memperkuat kepedulian sosial serta kebersamaan di lingkungan DPR Papua.
“Hari ini, kami keluarga besar DPR Papua menyerahkan hewan kurban sebanyak empat ekor untuk disembelih. Semoga bermanfaat bagi teman-teman yang menerima hewan kurban ini,” ujar Denny.
Politisi Partai Golkar itu mengakui bahwa kondisi perekonomian saat ini sedang mengalami penurunan. Namun demikian, hal tersebut tidak mengurangi komitmen keluarga besar DPR Papua untuk tetap melaksanakan ibadah kurban.

Menurutnya, jumlah hewan kurban tahun ini memang berkurang dibandingkan tahun sebelumnya. Jika pada Iduladha 2025 DPR Papua menyembelih lima ekor sapi, maka pada tahun ini jumlahnya menjadi empat ekor.
Denny Bonai menegaskan bahwa Iduladha harus menjadi momentum untuk memperkuat semangat berbagi dan kepedulian terhadap sesama.
“Selaku Ketua DPR Papua, saya mengucapkan selamat merayakan Iduladha 1447 Hijriah bagi seluruh umat Islam. Mari terus menjaga silaturahmi dan kerukunan antarumat beragama di Papua,” katanya.
Sementara itu, Ketua Panitia Kurban DPR Papua, Suparji, menjelaskan bahwa penyembelihan hewan kurban dilakukan pada hari kedua Iduladha.
Menurutnya, penjadwalan tersebut dilakukan karena sebagian pegawai dan staf yang beragama Islam masih melaksanakan kegiatan kurban di lingkungan tempat tinggal masing-masing pada hari pertama Iduladha.

“Karena sebagian pegawai maupun staf yang beragama Islam masih melaksanakan kurban di kompleks masing-masing, maka penyembelihan hewan kurban DPR Papua dilakukan pada Kamis,” ujarnya.
Suparji menambahkan, semangat toleransi menjadi hal yang menonjol dalam pelaksanaan kurban tahun ini. Panitia pelaksana terdiri dari berbagai latar belakang agama, baik Muslim maupun Nasrani, yang bekerja bersama menyukseskan kegiatan tersebut.
“Panitia yang terlibat berasal dari Muslim maupun Nasrani. Pembagian daging kurban juga diberikan kepada seluruh pegawai tanpa membedakan agama,” kata Suparji yang juga Kepala Bagian Persidangan DPR Papua ini.
Penyembelihan hewan kurban tersebut melibatkan tenaga pemotong hewan dari wilayah Arso. Selanjutnya, daging kurban didistribusikan kepada sekitar 300 penerima yang terdiri dari pegawai, staf, cleaning service, dan security di lingkungan DPR Papua. (bat)














