Kunjungi Jayapura, Yan Mandenas Dampingi Wamenkes Bahas Program TB dan Malaria

Anggota DPR RI Dapil Papua Yan P Mandenas saat mendampingi Wamenkes Benjamin Paulus Octavianus kunjungi Laboratorius Kesehatan Masyarakat dna Balai karantina Kesehatan di Kota Jayapura, Senin, 27 April 2026.
banner 120x600

JAYAPURA, Papuaterkini.com — Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra Dapil Papua, Yan Permenas Mandenas, melakukan kunjungan kerja di Kota Jayapura, Senin (27/4/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Yan Mandenas mendampingi Wakil Menteri Kesehatan, Benjamin Paulus Octavianus, yang juga melakukan agenda kerja di Papua.

Kedatangan rombongan disambut Wakil Gubernur Papua, Aryoko Rumaropen, bersama jajaran pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua.

Setibanya di Jayapura, rombongan langsung meninjau sejumlah instansi pemerintah, di antaranya Laboratorium Kesehatan Masyarakat serta Balai Karantina Kesehatan Kementerian Kesehatan.

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan High Level Meeting dan Rapat Koordinasi Program ATM (AIDS, Tuberkulosis, Malaria) dan Kusta yang berlangsung pada 27–29 April 2026.

Perkuat Sinergi Penanganan Penyakit Menular

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan sinergi lintas sektor antara pemerintah pusat dan daerah dalam implementasi program penanggulangan AIDS, tuberkulosis (TB), malaria, dan kusta di Tanah Papua.

Selain itu, forum tersebut juga diharapkan dapat mendorong keterlibatan sektor swasta serta memperkuat integrasi program lintas sektor.

Dalam pertemuan itu, para pemangku kepentingan turut mengidentifikasi berbagai kendala di lapangan (bottleneck) serta merumuskan langkah-langkah strategis guna meningkatkan efektivitas program penanganan penyakit menular.

Libatkan Enam Provinsi di Tanah Papua

Kunjungan kerja ini juga dirangkaikan dengan rapat koordinasi yang melibatkan enam provinsi di Tanah Papua.
Fokus pembahasan mencakup 17 kabupaten/kota prioritas penanganan TB dan malaria, serta enam kabupaten/kota prioritas untuk penanganan HIV dan kusta.

Diharapkan, melalui koordinasi tersebut, upaya penanggulangan penyakit menular di Papua dapat berjalan lebih terintegrasi dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat. (bat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *