TIMIKA, Papuaterkini.com – Asosiasi Pencari Kerja Lokal Cartenz Mimika (APELCAMI) Papua kembali menggelar aksi bisu di depan Hotel Horison Timika, Selasa (12/5/2026), untuk menyuarakan aspirasi terkait hak kerja masyarakat lokal di Kabupaten Mimika.
Aksi tersebut dilakukan sehari setelah pengurus APELCAMI Papua membentangkan sejumlah spanduk berisi tuntutan agar perusahaan lebih memprioritaskan tenaga kerja lokal, khususnya dalam kegiatan perekrutan di perusahaan subkontraktor di bawah PT Freeport Indonesia.
Beberapa tulisan dalam spanduk itu antara lain berbunyi, “Otsus Hadir untuk Melindungi Hak Kerja Anak Daerah Timika” dan “Pastikan Perusahaan Memberikan Ruang dan Kesempatan Utama bagi Potensi Lokal”.
Aksi berlangsung bertepatan dengan pelaksanaan Forum Koordinasi Strategis Percepatan Pembangunan Papua yang dihadiri enam gubernur se-Tanah Papua di Timika.
Dalam aksi lanjutan tersebut, Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus (KEPP Otsus) Papua, Dr Velix Vernando Wanggai, memberikan tanggapan dan mengundang sejumlah perwakilan APELCAMI Papua untuk berdialog di Hotel Horison Timika.
Koordinator aksi, Geelvink Kafiar, mengatakan pihaknya menyampaikan berbagai persoalan ketenagakerjaan yang dialami pencari kerja lokal di Mimika.
“Dalam pertemuan itu, kami APELCAMI Papua meminta agar persoalan yang terjadi di Kabupaten Mimika, terlebih khusus masalah pencari kerja lokal yang tidak diakomodir oleh subkontraktor di bawah PT Freeport Indonesia, serta berkas administrasi yang memberatkan seperti Sertifikat Kompetensi, SIO, dan surat vaksin dapat diperhatikan,” ujarnya.
Selain itu, APELCAMI Papua juga mengungkap dugaan praktik orang dalam dan pungutan liar oleh oknum tertentu dalam proses perekrutan tenaga kerja.
Mereka mendesak agar seluruh kontraktor di bawah PT Freeport Indonesia memiliki kantor yang jelas di Kabupaten Mimika. Pasalnya, menurut APELCAMI, masih terdapat kontraktor yang tidak memiliki kantor di Timika namun tetap melakukan perekrutan karyawan.
Geelvink mengatakan seluruh tuntutan dan persoalan ketenagakerjaan telah diserahkan langsung kepada Velix Wanggai untuk ditindaklanjuti.
“Menurut beliau, persoalan ini sangat kompleks dan akan dikoordinasikan dengan pihak-pihak terkait yang bertanggung jawab agar mendapatkan solusi,” katanya.
Ia menambahkan, Velix Wanggai juga meminta agar APELCAMI Papua terus membangun koordinasi dalam mencari solusi terhadap persoalan pencari kerja lokal di Kabupaten Mimika. (bat)














