PPP Papua Pegunungan Gelar Muscab Serentak 8 DPC, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Faktual dan Pemilu 2029

Ketua DPW PPP Papua Pegunungan H Abdul Rajab membuka secara resmi Muscab Serentak DPC PPP di Kafe Jimbaran, Holtekamp, Kota Jayapura, Selasa, 19 Mei 2026.
banner 120x600

JAYAPURA, Papuaterkini.com – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Provinsi Papua Pegunungan menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) Serentak bagi delapan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP se-Papua Pegunungan di Kafe Jimbaran, Holtekamp, Kota Jayapura, Selasa (19/5/2026).

Kegiatan tersebut dibuka langsung Ketua DPW PPP Papua Pegunungan, Abdul Rajab, sebagai bagian dari agenda konsolidasi partai untuk memperkuat struktur organisasi hingga tingkat daerah.

Abdul Rajab menjelaskan, pelaksanaan Muscab sebelumnya direncanakan berlangsung pada 18 Mei 2026. Namun jadwal tersebut terpaksa diundur sehari karena situasi keamanan di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, menyusul terjadinya konflik perang suku yang berdampak pada mobilitas peserta.

“Lantaran situasi keamanan di Wamena, peserta mengalami kesulitan mendapatkan tiket menuju Jayapura, sehingga pelaksanaan kita tunda sehari dan dipusatkan di Kota Jayapura,” ujar Abdul Rajab.

Ia mengatakan pelaksanaan Muscab merupakan bagian dari tahapan organisasi yang diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai. Setelah pelaksanaan Muktamar dan Musyawarah Wilayah (Muswil), tahapan berikutnya adalah Musyawarah Cabang.

Menurutnya, ke depan pelaksanaan Muscab diharapkan dapat digelar di masing-masing kabupaten atau dipusatkan di wilayah Wamena dan sekitarnya agar lebih memudahkan koordinasi.

Abdul Rajab menilai Muscab Serentak menjadi langkah strategis dalam memperkuat konsolidasi partai di tingkat kabupaten, terutama dalam menghadapi verifikasi faktual partai politik tahun 2027 dan persiapan menuju Pemilu 2029.

Ia mengakui Papua Pegunungan merupakan salah satu daerah pemilihan dengan tantangan cukup berat di Indonesia, terutama karena kondisi geografis dan keterbatasan akses transportasi.

Meski demikian, anggota DPR Papua itu tetap optimistis seluruh tahapan verifikasi dapat berjalan baik dengan dukungan struktur partai hingga tingkat bawah.

“Dengan terbentuknya kepengurusan DPC hingga PAC PPP se-Papua Pegunungan, tentu akan mempermudah konsolidasi dalam mempersiapkan verifikasi faktual dan menghadapi Pemilu 2029,” katanya.

Abdul Rajab menyebut Muscab serentak ini menjadi yang pertama digelar setelah terbentuknya Provinsi Papua Pegunungan. Menurutnya, agenda tersebut bukan sekadar kegiatan internal partai, melainkan momentum penting memperkuat organisasi dan meningkatkan kesiapan menghadapi dinamika politik di daerah.

Ia menegaskan tema Muscab, “Transformasi PPP: Berkhidmat untuk Pembangunan dan Keadilan Sosial di Provinsi Papua Pegunungan”, memiliki makna mendalam bagi arah perjuangan partai.

“Transformasi bukan sekadar perubahan administratif atau pergantian kepengurusan, tetapi perubahan pola pikir, cara kerja, dan semangat perjuangan agar semakin dekat dengan rakyat dan semakin nyata manfaatnya bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya pembenahan internal partai melalui penguatan kaderisasi dan peningkatan kualitas pengabdian kepada masyarakat.

Menurutnya, PPP harus hadir sebagai jembatan aspirasi masyarakat, khususnya masyarakat kecil, masyarakat adat, petani, nelayan, pelaku usaha, generasi muda, serta seluruh lapisan masyarakat Papua Pegunungan yang masih membutuhkan perhatian di sektor pembangunan, pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan kesejahteraan sosial.

“Muscab harus menjadi sarana evaluasi dan refleksi bersama. Kita harus mampu membaca dinamika politik yang terus berkembang, memperkuat kaderisasi, meningkatkan kualitas kepemimpinan serta membangun budaya politik yang santun, demokratis, dan berpihak kepada kepentingan rakyat,” pungkasnya. (bat)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *