Gubernur Fakhiri Tinjau Program MBG di SMPN 1 Waren, Minta Siswa Diberi Menu Ikan

Gubernur Papua Matius D Fakhiri foto bersama pelajar SMP Negeri Waren, Kabupaten Waropen dalam kunjungan kerjanya Senin, 18 Mei 2026.
banner 120x600

WAROPEN, Papuaterkini.com – Gubernur Papua Matius D. Fakhiri meninjau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMP Negeri Waren, Kabupaten Waropen, Senin (18/5/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Fakhiri memberikan motivasi kepada para siswa sekaligus menyoroti pentingnya asupan gizi dan perhatian terhadap fasilitas pendidikan di Papua.

Di hadapan siswa dan para guru, Gubernur Fakhiri mengaku bangga melihat semangat belajar para pelajar di Waropen. Menurutnya, para siswa merupakan generasi penerus Papua yang kelak akan menggantikan para pemimpin saat ini.

“Saya senang lihat anak-anak hari ini tampil ganteng-ganteng dan cantik-cantik. Ini akan lahir tunas-tunas bangsa, anak-anak Waropen yang hebat-hebat, mengganti kami yang tua-tua ini,” ujar Fakhiri.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Fakhiri juga menyoroti menu makanan yang disajikan dalam Program MBG. Ia meminta pemerintah daerah agar memperhatikan kandungan gizi makanan dengan memanfaatkan potensi hasil laut yang melimpah di Waropen.

Menurutnya, ikan memiliki kandungan nutrisi yang baik bagi pertumbuhan dan perkembangan anak.

“Lautnya banyak tapi makan telur. Nanti lama-lama bisulan. Pak Bupati kalau bisa kasih makan ikan. Makan ikan itu nutrisinya sangat bagus buat anak Indonesia sehat dan pandai,” katanya.

Selain menyinggung persoalan gizi, mantan Kapolda Papua itu juga mengingatkan pentingnya pendidikan serta penghormatan kepada guru dan orang tua. Ia membagikan pengalaman hidupnya saat menempuh pendidikan di daerah terpencil hingga akhirnya menjadi Gubernur Papua.

“Saya juga kecil sekolah di tempat-tempat yang sangat sulit dan susah. Tapi karena kami jadi anak yang dengar-dengaran, akhirnya bisa menjadi sesuatu yang berguna bagi tanah Papua dan bangsa Indonesia,” ungkapnya.

Gubernur Fakhiri juga menyoroti kondisi sejumlah bangunan dan fasilitas sekolah yang dinilai perlu mendapatkan perhatian serius. Ia meminta para pejabat maupun alumni yang telah sukses untuk kembali memberikan kontribusi bagi sekolah asal mereka.

“Sekolah-sekolah yang rusak ini harus diperhatikan. Ini potret sekolah yang sudah lama tapi kursinya jelek. Yang sudah jadi pejabat, kembali perhatikan sekolah,” pungkasnya. (bat)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *