KEEROM, Papuaterkini.com – Pembangunan Pabrik Pakan Ternak Garuda Bumi Papua resmi dimulai dengan peletakan batu pertama di Kabupaten Keerom, Papua, Rabu (3/6/2026).
Kehadiran pabrik ini diharapkan menjadi motor penggerak sektor pertanian dan peternakan di Papua sekaligus mengurangi ketergantungan pasokan pakan ternak dari luar daerah.
Komisaris Utama PT Irian Bhakti Mandiri, Abdul Kadir, mengatakan pembangunan pabrik tersebut berawal dari gagasan Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, yang ingin menghadirkan pakan ternak berkualitas bagi petani dan peternak di Tanah Papua.
“Pabrik ini muncul dari sebuah mimpi yang digagas oleh Bapak Gubernur. Bagaimana caranya kita bisa memberikan pakan ternak yang berkualitas sehingga kita bisa memerdekakan para petani dan peternak,” ujar Abdul Kadir.
Pabrik yang dibangun di atas lahan seluas 1,5 hektare tersebut ditargetkan rampung dalam waktu empat bulan. Pada tahap awal operasional, pabrik akan berproduksi selama 10 jam per hari dengan kebutuhan bahan baku jagung mencapai 25 ton per hari atau sekitar 650 ton per bulan.
Namun, kapasitas produksi akan terus ditingkatkan. Saat beroperasi penuh hingga 20 jam per hari, kebutuhan jagung diperkirakan mencapai 1.400 hingga 1.500 ton per bulan.
“Ke depan kami akan jalan penuh hingga 20 jam per hari. Berarti kebutuhan jagung kita kurang lebih 1.400 sampai 1.500 ton per bulan,” jelasnya.

Abdul Kadir menegaskan keberhasilan operasional pabrik sangat bergantung pada peningkatan produksi jagung lokal. Karena itu, pihaknya berharap dukungan pemerintah daerah untuk mendorong produktivitas petani sekaligus memastikan pasokan bahan baku tetap tersedia.
PT Irian Bhakti Mandiri juga menyatakan siap menjadi penampung hasil panen petani jagung di Papua guna mendukung keberlanjutan produksi pabrik.
Selain memproduksi pakan ayam petelur dan ayam pedaging sebagai fokus awal, perusahaan berencana mengembangkan produksi pakan untuk ikan, babi, dan sapi sesuai kebutuhan pasar di Papua.
Sementara itu, Wakil Bupati Keerom, Daud, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung kebutuhan bahan baku pabrik tersebut.
Menurutnya, produktivitas jagung di Kabupaten Keerom saat ini mencapai rata-rata 7 ton per hektare dan berpotensi meningkat hingga 12 ton per hektare melalui penerapan teknologi pertanian yang lebih modern.
“Dengan adanya pabrik ini, saya berharap kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Keerom meningkat dan memberikan motivasi bagi petani jagung maupun peternak ayam untuk berkembang lebih besar lagi,” katanya.
Kehadiran Pabrik Pakan Ternak Garuda Bumi Papua diharapkan tidak hanya memperkuat rantai pasok sektor peternakan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi petani jagung lokal serta mendukung program ketahanan pangan di Papua.
Peletakan batu pertama pembangunan pabrik pakan ternak ini dilakukan Gubernur Papua Matis D Fakhiri dan dihadiri Wakil Gubernur Papua Aryoko Rumaropen, Ketua MRP Nerlince Wamuar bersama forkompinda dan sejumlah pimpinan OPD.(bat)














