Yan Mandenas Tinjau Lokasi Ledakan Bom Sisa Perang Dunia II di Biak, Minta Warga Lebih Waspada

Anggota DPR RI Komisi XIII, Yan Permenas Mandenas, S.Sos., M.Si., didampingi Bupati Biak Numfor Markus O. Mansnembra, S.H., M.M., Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan, Dandim 1708/BN Letkol Kav Jhon Alberth Suweny, S.H., serta sejumlah pejabat lainnya saat meninjau lokasi ledakan bom yang diduga merupakan sisa Perang Dunia II di Kelurahan Fandoi, Kompleks Perikanan, Kabupaten Biak Numfor. (Foto: Yuni Bontong)
banner 120x600

BIAK, Papuaterkini.com – Anggota DPR RI Komisi XIII, Yan Permenas Mandenas, S.Sos., M.Si., meninjau langsung lokasi ledakan bom yang diduga merupakan sisa Perang Dunia II di Kelurahan Fandoi, Kompleks Perikanan, Kabupaten Biak Numfor, Jumat (5/6/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Yan Mandenas didampingi Bupati Biak Numfor Markus O. Mansnembra, Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan, Dandim 1708/BN Letkol Kav Jhon Alberth Suweny, serta sejumlah pejabat daerah lainnya.

Saat meninjau lokasi terdampak, politisi Partai Gerindra itu mengimbau masyarakat menjadikan peristiwa tersebut sebagai pelajaran penting. Menurutnya, banyak wilayah di Papua merupakan bekas medan pertempuran Perang Dunia II yang masih menyimpan berbagai benda berbahaya.

“Peristiwa ini harus menjadi pembelajaran bagi masyarakat, bukan hanya di Biak tetapi di seluruh Papua. Daerah-daerah di Papua merupakan wilayah yang pernah menjadi lokasi Perang Dunia II, termasuk Biak, Sarmi, hingga wilayah Papua Barat,” ujar Yan Mandenas.

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mengambil, menyimpan, maupun mencoba mengolah sendiri benda-benda yang diduga merupakan peninggalan perang karena berpotensi membahayakan keselamatan.

“Saya berharap masyarakat tidak lagi mencari atau menyimpan benda-benda peninggalan Perang Dunia II di rumah. Jika menemukan benda yang diduga merupakan sisa perang, segera laporkan kepada pihak berwenang agar dapat ditangani sesuai prosedur,” katanya.

Selain memberikan imbauan kepada masyarakat, Yan Mandenas juga memastikan pemerintah akan hadir dalam penanganan pascakejadian. Ia mengaku telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Biak Numfor dan berkomunikasi dengan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas guna memperoleh dukungan dari pemerintah pusat.

“Kami meminta dukungan penuh dari pemerintah untuk membantu para pengungsi selama masih berada di lokasi pengungsian. Administrasi yang diperlukan juga telah dipersiapkan oleh pemerintah daerah,” jelasnya.

Terkait rumah warga yang mengalami kerusakan akibat ledakan, Yan mengatakan proses pemulihan akan dilakukan setelah penyelidikan dan olah tempat kejadian perkara (TKP) oleh pihak kepolisian selesai dilaksanakan.

“Nantinya kami akan berkoordinasi dengan Bupati Biak Numfor untuk membangun kembali rumah-rumah warga yang rusak agar lebih layak ditempati, sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Atas musibah tersebut, Yan Mandenas menyampaikan keprihatinan dan belasungkawa kepada para korban serta keluarga yang terdampak.

“Kami turut berduka cita atas musibah yang menimpa warga di sini. Semoga keluarga diberikan kekuatan. Pemerintah akan terus memberikan dukungan agar masyarakat dapat kembali beraktivitas normal setelah situasi dinyatakan aman,” katanya.

Ia juga mengingatkan masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir agar meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi membahayakan diri sendiri maupun orang lain, terutama terkait benda-benda yang diduga peninggalan perang.

Menurutnya, pemerintah akan terus mendampingi keluarga korban hingga proses penyelidikan selesai dan pemulihan pascabencana berjalan dengan baik, termasuk rehabilitasi perumahan warga serta penanganan masyarakat terdampak.

“Pemerintah hadir dan akan terus mendampingi keluarga korban hingga seluruh proses penanganan dan pemulihan selesai,” pungkasnya. (un)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *