HKTI Papua Dorong Biak Jadi Sentra Pangan, Yanni: Papua Siap Perkuat Ketahanan

Ketua HKTI Papua, Yanni didampingi Ketua HKTI Biak Numfor Johanes Markus Wakum menyerahkan bantuan kepada anak-anak sekolah.
banner 120x600

BIAK, Papuaterkini.com – Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Papua, Yanni, menegaskan komitmen Papua untuk mendukung agenda ketahanan pangan nasional melalui penguatan sektor pertanian di daerah. Menurutnya, potensi lahan pertanian yang dimiliki Papua harus dioptimalkan menjadi kekuatan produksi pangan yang mampu menopang kebutuhan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Pernyataan tersebut disampaikan Yanni saat menyerahkan bantuan sarana produksi pertanian kepada kelompok tani di Kabupaten Biak Numfor, Rabu (1/7/2026). Penyaluran bantuan dilakukan bersama Anggota DPR Papua dari Daerah Pemilihan Biak-Supiori, Yohanes Markus Wakum, yang juga menjabat Ketua DPC HKTI Kabupaten Biak.

Yanni mengatakan keberhasilan Indonesia mencapai swasembada beras dalam waktu relatif singkat sejak pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menjadi bukti bahwa sektor pertanian mampu berkembang pesat apabila didukung kebijakan yang tepat.

Karena itu, ia menilai keberhasilan tersebut harus menjadi motivasi bagi seluruh daerah, termasuk Papua, untuk mengambil bagian dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Keberhasilan itu harus menjadi energi bagi seluruh daerah. Ketahanan pangan nasional tidak mungkin hanya bertumpu pada daerah-daerah yang selama ini menjadi sentra produksi. Kabupaten Biak harus ikut mengambil bagian,” ujarnya.

Ketua Gerindra Provinsi Papua itu menilai Papua memiliki modal besar berupa lahan pertanian yang luas dan subur. Namun, menurutnya, peningkatan produktivitas hanya dapat terwujud apabila petani memperoleh dukungan berupa ketersediaan benih, pupuk, sarana produksi, pendampingan, hingga kepastian pasar.

“Produksi tidak akan meningkat kalau petani kesulitan memperoleh pupuk, benih, atau kebutuhan dasar lainnya. Persoalan seperti itu harus diselesaikan terlebih dahulu agar petani dapat bekerja dengan tenang dan hasil panennya meningkat,” katanya.

Secara khusus, Yanni menyebut Kabupaten Biak memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi salah satu sentra produksi pangan di Papua. Potensi tersebut, menurutnya, perlu dikelola secara lebih serius sehingga mampu memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah dan nasional.

Ia juga menegaskan bahwa petani Orang Asli Papua harus menjadi bagian utama dalam pembangunan sektor pertanian. Dengan potensi lahan yang dimiliki, Papua membutuhkan peningkatan kapasitas petani agar mampu mengelola sumber daya tersebut secara produktif dan berkelanjutan.

Selain penguatan produksi, Yanni menaruh perhatian pada regenerasi petani. Menurutnya, masa depan ketahanan pangan sangat bergantung pada keterlibatan generasi muda dalam sektor pertanian yang kini semakin modern dan memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan.

“Anak-anak muda Papua perlu melihat pertanian sebagai peluang usaha, bukan pekerjaan yang ditinggalkan. Pertanian hari ini sudah berubah. Ada teknologi, ada inovasi, dan ada peluang ekonomi yang besar,” ujarnya.

Sementara itu, Yohanes Markus Wakum mengatakan bantuan sarana produksi yang disalurkan HKTI Papua diharapkan mampu meningkatkan produktivitas kelompok tani di Biak Numfor. Sebagai Anggota Komisi II DPR Papua sekaligus Ketua DPC HKTI Kabupaten Biak, ia menilai sektor pertanian harus terus menjadi perhatian karena menjadi salah satu penopang utama perekonomian masyarakat di kampung-kampung.

Dalam kesempatan yang sama, HKTI Papua juga menyerahkan bantuan perlengkapan sekolah kepada sejumlah siswa di Kabupaten Biak Numfor sebagai bentuk kepedulian terhadap peningkatan kualitas pendidikan sekaligus penguatan sumber daya manusia di Papua. (bat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *