Tokoh Papua Pegunungan Kecam Penembakan Warga di Tolikara, Desak Investigasi Terbuka dan Proses Hukum Oknum Aparat

Tokoh Intelektual Papua Pegunungan, Irinus Wanimbo, SH.
banner 120x600

TOLIKARA, Papuaterkini.com – Tokoh Intelektual Papua Pegunungan, Irinus Wanimbo, SH, mengecam keras dugaan penembakan terhadap seorang warga bernama Friki Pengu alias Korona Penggu yang terjadi di Kubu Poga, Distrik Pugu, Puncak Mega, Kabupaten Tolikara, pada Sabtu (4/7/2026).

Ia menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban sekaligus mendesak agar oknum aparat kepolisian yang diduga terlibat diproses sesuai hukum yang berlaku.

“Kami menyampaikan duka mendalam atas peristiwa ini dan mengecam keras penembakan terhadap Korona Penggu. Aparat yang diduga terlibat harus diproses hukum untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” kata Irinus Wanimbo kepada wartawan, Selasa (7/7/2026).

Selain meminta penegakan hukum, Irinus juga mendesak Pemerintah Kabupaten Tolikara agar tidak tinggal diam dan segera mendorong penyelesaian kasus tersebut secara transparan.

Menurutnya, investigasi terbuka perlu dilakukan untuk mengungkap fakta di balik insiden yang menyebabkan meninggalnya Korona Penggu.

Ia juga meminta DPRK Tolikara membentuk panitia khusus (Pansus) guna mengawal proses investigasi bersama pemerintah daerah.

Irinus turut meminta agar keberadaan satgas nonorganik di Kabupaten Tolikara dievaluasi bahkan ditarik.

Menurutnya, pengamanan wilayah cukup dilakukan oleh aparat kewilayahan seperti Kodim, Koramil, Polres, maupun Polsek.

Ia menilai, apabila dugaan tindakan represif oleh aparat terus terjadi, situasi keamanan di wilayah Papua Pegunungan berpotensi terganggu dan memicu keresahan masyarakat.

Berdasarkan informasi yang diterimanya, korban merupakan siswa SMA Negeri 3 Kanggime, Kabupaten Tolikara.

Saat itu korban bersama sejumlah rekannya melakukan perjalanan dari Tolikara menuju Wamena dan dalam perjalanan pulang diduga dihadang oleh oknum aparat kepolisian.

Dalam peristiwa tersebut, Korona Penggu diduga ditembak hingga meninggal dunia.

Menurut Irinus, insiden tersebut dapat menimbulkan trauma psikologis bagi masyarakat, terutama generasi muda, serta mengurangi kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum maupun pemerintah.

Karena itu, ia berharap proses hukum dilakukan secara terbuka agar masyarakat memperoleh kepastian hukum dan rasa keadilan.

Sebelumnya, dugaan penembakan terhadap Korona Penggu memicu aksi damai masyarakat Tolikara di Karubaga pada Senin (6/7/2026).

Ribauan warga mendatangi Kantor DPRK Tolikara untuk mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas dugaan penembakan terhadap warga sipil tersebut. (bat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *